Namun, mereka pasti akan memahami usaha keras ibunya. Saat Tony dan Kevin mendiskusikan detailnya, mereka menyadari aroma yang kuat. "Baunya enak." Tony menggerakkan hidungnya. Tiba-tiba dia merasa nafsu makannya telah kembali. Windy mengeluarkan semangkuk bubur ikan dan meletakkannya di atas meja kopi. Itu adalah bubur putih yang kental. "Ini panas. Biarkan dingin dulu sebelum kamu makan!" Tony mengangkat mangkuk itu dengan penuh antisipasi. Dia meniupnya dan menggigitnya sedikit, tapi tetap saja melepuh. Bubur itu lembut dan lezat. Dia tidak tahu bahan apa yang ditambahkannya, tapi bubur itu memiliki aroma ikan dan buah, dengan tekstur seperti kacang. Itu adalah bubur terbaik yang pernah dia makan! "Lebih enak dari yang ada di Imperial Kitchen." Tony tidak sabar untuk mengambil su

