LEDAKAN TAKDIR

1000 Words

Cahaya di dalam Laboratorium Inti Skye bukan lagi berwarna merah peringatan, melainkan putih menyilaukan yang seolah-olah mengupas realitas dari dinding-dinding baja. Han Skye berdiri di pusat badai energi itu. Tangannya masih mencengkeram tuas pemicu bypass manual, namun tubuhnya sudah tidak lagi merasakan beban gravitasi. Di sekelilingnya, partikel-partikel udara terionisasi, menciptakan lidah-lidah api biru yang menari di atas konsol yang meledak. "Nathaniel..." bisik Han, suaranya hilang ditelan raungan fusi mikro yang mencapai titik jenuh. Ia tidak lagi melihat layar monitor atau grafik kegagalan. Ia melihat masa kecil mereka di perkebunan Skye yang hijau, jauh sebelum ambisi dan kerakusan mengubah mereka menjadi dua kutub yang saling menghancurkan. Ia ingat saat mereka berjanji unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD