PILIHAN TERAKHIR GERALD

1183 Words

Sisa-sisa debu konstruksi dari ledakan tekanan di ruang kendali masih melayang di udara, berkilauan tertimpa lampu darurat yang berkedip ritmis. Gerald berdiri di depan jendela kaca yang retak, menatap bayangan dirinya yang terpantul samar. Wajah itu—wajah Han Skye yang simetris, angkuh, dan dingin—terasa seperti topeng plastik yang mulai meleleh. Darah yang mengering di pipinya bukan lagi sekadar luka fisik, melainkan simbol runtuhnya identitas palsu yang ia kenakan selama setahun terakhir. Di belakangnya, Aruna masih mencoba mengatur napasnya. Keheningan di antara mereka bukan lagi keheningan antara atasan dan bawahan, melainkan keheningan dua orang yang baru saja selamat dari kecelakaan pesawat dan menyadari bahwa daratan di bawah mereka adalah wilayah musuh. "Kau harus pergi, Aruna,"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD