Aroma kertas tua, debu beton, dan sisa-sisa ozon yang terbakar menyelimuti ruangan yang kini menjadi Pusat Komando Transisi di lantai dasar Menara Obsidian. Ruangan ini dulunya adalah aula resepsi yang megah, tempat para elit Aero Town menyesap sampanye sambil membicarakan fluktuasi saham. Kini, aula itu telah berubah menjadi sarang lebah aktivitas intelektual. Ratusan relawan dari The Gut bekerja bahu-membahu dengan para ahli hukum pro-bono dan auditor internasional yang baru tiba dengan penerbangan darurat. Di tengah kekacauan yang terorganisir itu, Gerald duduk di sebuah meja kayu panjang yang permukaannya tertutup oleh tumpukan map cokelat dan drive data enkripsi. Matanya merah, kantung matanya menghitam akibat kurang tidur selama tujuh puluh dua jam terakhir. Di depannya, Aruna dan P

