LABIRIN INTUISI PRILLY

941 Words

Mobil limusin Ethel-Group meluncur tanpa suara di atas rel magnetik, menjauh dari hutan beton dan lampu neon Aero Town yang menyesakkan. Di dalam kabin yang kedap suara, Gerald duduk berseberangan dengan Prilly. Aroma parfum lili putih milik wanita itu memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang intim namun bagi Gerald terasa seperti sel penjara yang dilapisi beludru. "Aruna sangat marah karena aku membawamu tanpa izinnya hari ini," ucap Prilly sambil menyesap wine merah dari gelas kristal. Matanya menatap Gerald dari balik bulu mata yang lentik. "Dia bertingkah seolah-olah kau adalah porselen yang bisa pecah kapan saja hanya karena sedikit amnesia." Gerald memperbaiki posisi duduknya, menjaga punggungnya tetap tegak. "Dia hanya menjalankan tugasnya, Prilly. Stabilitas Skye Group bergantu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD