DUNIA BARU YANG DINGIN

1069 Words

Fajar di Menara Obsidian tidak diawali dengan hangatnya mentari, melainkan dengan pendaran lampu LED bio-ritmik yang perlahan meningkat intensitasnya, meniru spektrum fajar yang sempurna namun artifisial. Tepat pukul 04.15, ranjang pintar yang ditempati Gerald memberikan getaran halus untuk membangunkan otaknya. Gerald membuka mata, menatap langit-langit kamar yang luasnya lebih besar dari seluruh blok pemukiman di The Gut. Selama beberapa detik, ia lupa siapa dirinya. Ia hampir melompat bangun untuk memeriksa apakah ada petugas keamanan yang menggeledah gubuknya, sebelum ia menyadari bahwa ia kini berada di puncak rantai makanan. Ia menarik napas dalam, mencium aroma linen mahal dan pewangi ruangan otomatis. Ia harus bangun. Bukan sebagai Gerald si pencopet, tapi sebagai Nathanael Ethel,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD