TOPENG DI CERMIN

904 Words

Malam di penthouse Menara Obsidian selalu memiliki keheningan yang menyesakkan, jenis keheningan yang hanya bisa dibeli dengan miliaran kredit. Setelah seharian menjadi pusat gravitasi bagi ribuan nyawa—memimpin rapat dengan tangan besi, menghadapi tatapan tajam Prilly, dan membiarkan tubuhnya dilayani bagaikan dewa—Gerald akhirnya berdiri sendirian di dalam kamar mandi utama. Ruangan itu luas, dindingnya dilapisi marmer hitam Italia yang memantulkan cahaya temaram dari lampu kristal di langit-langit. Di depannya berdiri sebuah cermin besar setinggi langit-langit. Gerald menatap pantulan itu, namun ia tidak menemukan dirinya di sana. Yang menatap balik adalah Nathanael Ethel, atau Han Skye. Rambutnya tertata sempurna tanpa ada sehelai pun yang mencuat keluar. Rahangnya tegas, matanya din

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD