Darah merah pekat menetes dari ujung jemari Gerald, menodai karpet bulu putih di kamar utama penthouse Menara Obsidian. Setiap langkah terasa seperti duri yang menghujam tulang belakangnya. Rasa panas dari luka tembak di bahu kirinya kini berubah menjadi denyutan yang melumpuhkan, seolah-olah proyektil itu masih mencoba menggali jalan keluar dari dagingnya. Di tengah kemewahan yang sunyi ini, Gerald merasa seperti binatang buruan yang berhasil merangkak kembali ke sarang emasnya. Aruna bergerak dengan efisiensi yang menakutkan. Ia tidak memanggil tim medis pribadi perusahaan—tindakan yang secara protokol wajib dilakukan—karena ia tahu Han (atau siapa pun pria ini di matanya) sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak boleh menyentuh catatan resmi. Dengan tenaga yang mengejutkan, Aruna memap

