Udara pagi di Menara Obsidian terasa sesejuk es, namun ketegangan yang mengalir di koridor eksekutif jauh lebih membekukan. Setelah malam yang penuh keintiman dan kelembutan di balik pintu tertutup, Aruna terbangun dengan transformasi batin yang absolut. Di matanya, Han Skye bukan lagi sekadar atasan yang harus dilayani, melainkan sebuah jiwa rapuh yang harus ia lindungi dari pemangsa mana pun, termasuk darah dagingnya sendiri. Kesetiaan Aruna telah bermutasi menjadi sesuatu yang jauh lebih posesif dan berbahaya. Pagi itu, saat Gerald masih bersiap di ruang ganti, Aruna sudah berada di ruang kendali keamanan utama. Ia tidak lagi duduk dengan tenang di meja asistennya. Ia berdiri di depan deretan layar monitor raksasa, memerintahkan tim teknisi untuk memperketat enkripsi pada setiap jalur

