Bibir Dingin di Balik Amarah

1141 Words

"Kalian bisa keluar," ujar Leonor kepada para pelayan, suaranya kini lebih terkontrol namun menyimpan nada ketegasan yang tak terbantahkan. Tanpa membuang waktu, para pelayan segera bergegas meninggalkan ruangan, nyaris bertabrakan satu sama lain saking tergesanya. Begitu pintu tertutup rapat, hanya Keyli dan Leonor yang tersisa. Suasana yang tadinya penuh kemarahan kini berganti menjadi ketegangan yang lebih personal. "Ada apa?" tanya Leonor, suaranya kembali dingin, seolah mendirikan dinding tak kasat mata di antara mereka. Ia melangkah kembali ke belakang mejanya, meletakkan senternya. Keyli menghela napas. "Aku... aku yang salah," aku Keyli, menatap lurus ke arah Leonor. "Tolong jangan pecat mereka, jangan potong gaji mereka, dan terutama, jangan mengancam keluarga mereka." Leono

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD