Badai yang Mengikis Batasan

1381 Words

Sore itu, langit bergelayut mendung, memancarkan cahaya remang yang sendu. Tidak ada kilat atau gemuruh, hanya awan kelabu tebal yang menggantung rendah, menandakan hujan akan segera turun. Keyli, yang asyik bermain dengan Scarlet di tengah taman yang berhektar-hektar luasnya, tak menyadari perubahan cuaca yang perlahan namun pasti itu. Ia duduk di bangku taman favoritnya, menggendong Scarlet yang mungil, menikmati semilir angin sore yang mulai membawa hawa dingin. Rintik-rintik hujan mulai jatuh, tipis pada awalnya, membasahi daun-daun dan menyegarkan aroma tanah. Keyli awalnya mengabaikannya, berharap hujan akan segera reda. Namun, rintikan itu berubah menjadi tetesan yang lebih lebat, cukup untuk membasahi pakaian dan rambut. Angin mulai bertiup lebih kencang, dan hawa dingin mulai te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD