Keyli melangkah perlahan ke kamar bayi, hatinya dipenuhi keinginan untuk menidurkan Scarlet, malaikat kecilnya. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu. Di sana, di kursi goyang dekat ranjang bayi, Leonor sudah lebih dulu ada, menimang Scarlet dengan lembut. Bayi mungil itu tampak begitu nyaman, terlelap dalam dekapan lengan berotot yang tersamarkan di balik kemeja putih lembut Leonor. Mata Keyli dan Leonor bertemu. Sekejap, keheningan merayap di antara mereka, tebal dan dingin seperti lapisan es yang telah lama menyelimuti hubungan mereka. Tidak ada yang berani mengucapkan sepatah kata pun, takut memecah ketenangan yang menyelimuti Scarlet. Ketegangan yang biasanya membekukan suasana di antara mereka kini tertahan, digantikan oleh kehati-hatian yang sama-sama mereka rasakan demi sang

