“Ayah,” panggil Alice dengan suara lemahnya. Ia baru saja tiba di kerajaan, dan Alex langsung mengantarnya ke ruangan kerja Ayahnya di istana. Mendengar suara Putrinya, Johnny sontak menoleh ke sumber suara. Matanya seketika melebar ketika melihat Putrinya. Ia dengan cepat berlari ke arah gadis itu, dan memeluknya erat. “Kau kemana saja? Apa kau baik-baik saja? Jino yang sudah menyembunyikan mu?” Alice menggelengkan kepalanya, sebagai jawaban atas pertanyaan bertubi-tubi Johnny. “Bukan Jino, tapi-.” Alice tiba-tiba tidak bisa mengeluarkan suaranya, seolah bibirnya dikunci secara mendadak. Seseorang sudah menyihirnya. “Apa? Apa yang terjadi pada mu sebenarnya?” Alice kembali menggeleng. “Tidak apa-apa Yah, tapi bukan Jino yang membuat ku begini. Justru dia berusaha melindungi ku.” Jo

