09

1382 Words

“Ini namanya onigiri.” Ucap Alice sembari menyodorkan nasi kepal dengan bentuk segitiga pada Jino. Jino menatap aneh makanan itu. “Ini enak kok, coba saja cicip. Buka mulut mu.” “Tidak mau.” Tolak Jino. “Hei, coba dulu, ayo Aaaa...” Jino mendengus, ia pasrah dan akhirnya membuka mulutnya. Alice memasukan ujung onigiri tersebut ke mulut Jino, dan Jino hanya menggigitnya sedikit. Mereka saat ini sedang duduk pada meja yang sudah disediakan di depan minimarket. Banyak makanan siap makan yang terhampar di meja. Alice merasa benar-benar keroncongan. “Enak kan?” tanya Alice.         Jino menganggukan kepalanya. “Ya, lumayan.” “Coba makan sesuatu, aku tidak suka makan sendirian.” Jino tidak menurut, ia hanya diam sembari menatap Alice. “Sebenarnya apa rencana mu? Aku benar-benar tidak t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD