Jino membaringkan tubuh Alice di kasur, kemudian ia duduk di pinggir ranjang. Matanya tak lepas dari wajah Alice yang tampak pucat. Jino mengangkat tangan kanannya, dan mendekatkannya pada bahu Alice yang terluka bekas tancapan gigi Jeorgi. Cahaya merah keluar dari bawah tangan Jino sesaat. Ia kemudian menarik tangannya, dan luka di bahu Alice pun lenyap. Alice tak lama membuka matanya, dan menatap Jino dengan mata sayunya. “Apa yang terjadi?” tanya Alice. Jino tidak langsung menjawab pertanyaan Alice, Edward sepertinya sudah menghilangkan memori, di mana Jeorgi menyerangnya. Edward memang punya kekuatan menghilangkan ingatan, meskipun kekuatan itu hanya berlaku untuk manusia. “Tidak ada apa-apa.” Ucap Jino. “Tapi tubuh ku lemas sekali. Ah, aku rasa aku kekurangan darah. Apa kau punya

