Matahari baru saja tergelincir di ufuk barat, meninggalkan semburat warna jingga yang tampak seperti luka bakar di langit kota. Di dalam kamar barunya yang luasnya lebih mirip lobi hotel bintang lima daripada kamar tidur. Elixane sedang bertarung dengan sepotong kain hitam yang disebut Dante sebagai ‘pakaian sopan’. "Ini bukan baju, Moretti! Ini jebakan kain!" teriak Elixane dari balik pintu ruang ganti. Dante Moretti berdiri di tengah kamar, bersandar pada pilar tempat tidur kayu jati yang diukir tangan. Ia sudah mengenakan setelan jas abu-abu arang yang dijahit sempurna, jam tangan Patek Philippe melingkar di pergelangan tangannya, memantulkan cahaya lampu kristal. Wajahnya tenang, namun ada kilat geli yang tertahan di matanya. "Itu gaun sutra, Elixane. Bukan kodingan yang har

