Bab 21 Menantu Bukan Pembantu

1274 Words

Terpaksa Berjodoh 21 Dengan sigap Dinar meraih benda di sekitarnya untuk menjaga keseimbangannya. Satu tangannya yang lain memegangi kepalanya yang terasa nyeri. Pemuda itu berdiri di depan Dinar sambil menatap Dinar penuh rasa khawatir. Ia merangkul badan Dinar yang hampir jatuh tersungkur. "Kamu ngga apa-apa? Sini duduk dulu," tanya pemuda itu sambil menarik satu kursi untuk Dinar duduk "Mas Dhana?" ucap Dinar kaget saat matanya dengan jelas menangkap sosok yang telah membantunya itu. "Mas ngapain di sini?" ucapnya lemah. "Aku lagi cari sarapan. Kamu ngga apa-apa? Kalau sakit kenapa bepergian?" tanyanya lagi dengan penuh rasa khawatir. Gurat cemas terlihat dari sorot matanya yang tak henti menatap Dinar yang tertunduk. Dalam hatinya ia ingin sekali memeluk perempuan di depannya itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD