Di bawah langit bertabur bintang, Senu menindih Affa yang terbaring ditengah hamparan padang bunga yang bisa melindungi tubuh telanjang keduanya dari buaian angin malam yang menggigit tulang. Senu tersenyum saat dirinya menyemburkan benih panasnya di rahim Affa. Wanita bertubuh mungil itu, kini menggeliat dan meringkuk padana setelah Senu melepaskan tautan tubuh mereka. Senu mencium kening Affa yang telah tertidur sejak tadi. Pria itu meraih celana panjangnya dan mengeluarkan serbuah cincin bermata indah. Lalu memakaikannya di jari manis Affa. Lagi-lagi, Affa meringkuk semakin mendekat pada Senu. Tampaknya, istri mungilnya ini kedinginan. Senu tersenyum saat mengingat kergiatan panas tadi, kegiatan panas di alam terbuka. Ini pengalaman yang baru, baik untuk Senu maupun untuk Affa

