MUSIM penghujan sudah tiba ketika bulan mulai memasuki akhir Oktober. Tidak terasa sudah satu minggu berlalu pasca dirinya memutuskan Ray malam itu, dan Daniel semakin memperlakukannya dengan manis. “Apa yang sedang kau lakukan sayang? Kamu bisa masuk angin jika membiarkan jendelanya terbuka.” Suara Daniel terdengar mendekat, kemudian memeluk Fiona dari belakang. Fiona menoleh dan sekilas melihat senyum merekah di bibir Daniel yang tampak sangat bahagia. Sementara Fiona kembali melabuhkan pandangannya ke arah hujan yang turun semakin deras dari balik jendela kamar yang terbuka. “Aku hanya ingin menikmati hujan,” jawab Fiona. “Aku ingin memberitahumu sesuatu,” ujar Daniel, memancing Fiona membalikkan badan dan mendongak menatapnya untuk bertanya, “Apa?” “Besok aku pergi ke luar kota u

