" Hai, sendirian aja." Akbar kakaknya Merlyn menyapa Tasya yang sedang duduk sendirian di perpustakaan. Ia sedang menunggu gengnya Alin, Silmi dan Tina. " Eh, Kak Akbar." Tasya tersenyum. Akbar lalu duduk tepat di hadapan Tasya. Pemuda itu memang sedang sibuk dengan skripsinya sehingga perpustakaan adalah tempat yang paling sering dikunjunginya. Sejak pertemuannya waktu itu. Akbar selalu mendekati Tasya. Bahkan pemuda 23 tahun itu sering juga mengirim pesan dan menelpon Tasya. Namun Tasya tidak meresponnya. Akbar tak patah semangat. " Malam Minggu ini kamu free ga?" Ia mengakrabkan diri. " Emang kenapa kak?" Tanya Tasya. " Aku mau ngajakin kamu makan malam sama nonton." Dengan berani Akbar menyatakan maksudnya. " Maaf kayanya ga bisa Kak." Tasya tersenyum menolak dengan halus. Ia s

