Heni memarkir mobilnya lalu keluar dan berjalan menuju gedung Y&R Corp. Ia sempat bertemu dengan beberapa rekannya dulu. Berhubung ini jam pulang kantor suasana cukup ramai. Menjadi istri bos terkadang harus siap mendengar bisik-bisik karyawan jika ia datang ke kantor suaminya. Entah itu bisikan hal positif ataupun negatif. Ketika tiba di ruangan Dany wanita beranak 4 itu menemukan putri sulungnya yang masih duduk di sofa dengan wajah cemberut dan mata sembabnya. Sedari tadi gadis itu memang menangis. Dany sendiri berada di meja kerjanya. " Kak, kakak kenapa?" Heni langsung memburunya. " Papa ga tahu harus bagaimana membujuknya." Dany terlihat frustasi. Ia beranjak lalu mendekati mereka. Dia memang kesal dengan Tasya. Tapi tidak bisa memarahinya. Lagipula Tasya kan tidak salah apa-apa

