Duapuluhdelapan

1364 Words

Diana dan suaminya Edwin baru saja tiba di rumah kediaman Hadiwijaya. Mereka dijemput oleh Diki. " Mami.. sebenarnya apa sih yang terjadi." Diana meminta kembali penjelasan. " Mami kan udah jelasin kemarin di telpon." Bu Ratih enggan berkata-kata lagi. Ia sibuk mempersiapkan hari esok. Ia sangat repot telepon sana sini. " Aku mau ketemu Erik. Mana dia?" Seru Diana. Ia belum puas dengan jawaban ibunya. " Di kamarnya." jawab Bu Ratih. Diana diikuti suaminya menuju kamar Erik. " Erik...". Diana memanggil nama putra semata wayangnya ketika ia berada tepat di pintu kamar Erik. " Bunda." Erik mencium dan memeluk ayah ibunya bergantian. Ia sudah tahu kalau sang Bunda dan ayahnya akan datang ke Jakarta. " Tolong jelasin apa yang terjadi sih." Diana tampak kesal. Di kepalanya dipenuhi denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD