Part 85

2028 Words

Wajah Sandi memang pucat karena hanýa sarapan dua sendok makan tadi. Tidak ada selera makan ketika sang istri marah. Tidak hanya itu, mendadak makanan terasa hambar tanpa kehadiran Runi. Celoteh sang istri setiap pagi membuatnya sangat bersemangat. Sandi mengambil cokelat yang masih tersisa dua per tiga bagian. Ia yakin jika itu milik sang istri. Suami Runi menyesapnya sedikit dan membawanya ke depan menemani sang papa mertua. Ia kembali duduk di kursi yang ada di sebelah kiri Pak Subroto. "Itu punya Runi. Kenapa ga bikin yang baru?" tanya Pak Subroto dengan nada lembut. Pak Subroto mengingatkan Sandi. Sebab, tadi Runi berpesan jika jangan ada yang meminum s**u cokelat buatannya. Istri Sandi itu akan melanjutkan minumnya ketika pulang membeli bubur. Sandi tidak tahu akan hal itu. "Ngg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD