“Mamah nggak bisa melarang apa yang Ramon mau, Mah. Ramon mau Nat dan dia sedang hamil. Ramon nggak bisa ninggalin dia.” Ramon berusaha meyakinkan mamahnya. Kedatangan Tiara kembali ke kehidupannya dan berusaha kembali menarik perhatiannya tak menggoyahkan keinginannya untuk menikah dengan Nat. Dia seakan memiliki keyakinan terhadap Nat. Mamah menghela napas. “Mamah percaya sama kamu. Mamah percaya akan pilihan kamu. Mamah hanya nggak mau kamu gagal untuk kedua kalinya.” “Ramon mengerti, Mah. Ramon sayang, Mamah.” Ramon memeluknya mamah dari belakang. Mamah memang bukan mamah kandunganya, tapi Ramon selalu tahu kalau Mamah selalu menyayanginya. “Tentukan tanggal pernikahanmu. Besok ajak Nat ke sini lagi ya.” Bibir

