“Tahu sendiri kan gimana reaksi Mamah. Dan sekarang, Kak Ramon nglawan Mamah.” David menatap istrinya yang sedari tadi membelai lembut perutnya yang kian membesar. Lanna menghela napas perlahan. Menatap vas bunga di atas nakas dan mencoba berpikir jernih. “Mamah nggak salah.” Komentarya. “Mamah emang nggak salah. Mamah Cuma nanya sama Nat.” “Kak Ramon dan Nat juga nggak salah.” Dia menoleh pada David. “Ada yang nggak beres dengan Nat. kenapa dia kaya kebingungan begitu pas ditanya Mamah. Dan Kak Ramon selalu berusaha membela Nat.” Lanna mengambil gelas di atas nakas dan meminumnya. “Kita nggak perlu ikut campur.” “Lann, kita nggak tahu Nat itu siapa. Kalau dia orang yang jahat bagaimana?”

