Kekhawatiran Nat rasanya berlebihan jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan keluarga Ramon padanya. Mereka sangat ramah dan baik. Saat Nat menjabat tangan Lanna, wanita itu tersenyum ramah hingga Nat mudah merasa nyaman dengan Lanna. Ditambah, sikap Lanna yang mudah bergaul dan menyenangkan. Nat seakan memiliki teman baru. Pertanyaan dari Mamah Ramon cukup menohok dan membuatnya bingung. “Apa pekerjaanmu, Nat?” tanyanya dengan tatapan lurus pada Nat. Sesaat Nat bingung. Masa dia harus menjawab bahwa dia pengangguran pada mamah mertuanya. Untunglah, Ramon dengan cepat membantu Nat, dia bilang Nat adalah seorang desainer. Nat sempat membelalak. Desainer? Menggambar saja dia tidak bisa. “Baru mulai, Mah. Masih ba

