41

1476 Words

"Segel di tubuh Nona Jesslyn semakin terbuka." Kenzie hanya diam mendengar ucapan Driana. Pria itu terus menatap wajah Jesslyn yang baru saja membuka matanya. Jesslyn mengerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan cahaya yang menerpa retinanya. "Anda baik-baik saja?" tanya Esmeralda yang sedari tadi memeriksakan keadaan Jesslyn. Jesslyn yang nyawa nya belum terkumpul sepenuhnya mengerutkan keningnya bingung. "A-apa yang terjadi?" gumam Jesslyn pelan dengan satu tangan sedikit mencengkram kepalanya yang terasa pening. Tak lupa juga mendudukkan tubuhnya dengan punggung yang bersender di kepala ranjang. "Kau pingsan. Karena segelmu semakin terbuka." kali ini Driana yang mengangkat suara. Jesslyn mengangguk mengerti. Hingga tatapannya bertemu dengan Kenzie yang berdiri cukup jauh darinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD