Kenzie membuka pintu kamarnya pelan. Pemandangan pertama yang dilihatnya adalah punggung Jesslyn yang tengah berdiri di depan jendela dengan membelakangi dirinya. Kenzie menghela napasnya mencoba meredakan amarahnya sendiri. Pria bermanik dark gray itu melangkah pelan menuju Jesslyn menimbulkan suara derap langkah yang tidak terlalu keras. Jesslyn menyadari keberadaan seseorang dari balik tubuhnya. Wanita berambut hitam legam itu pun menundukkan kepalanya dan kembali terisak pelan. Selalu saja menangis, dan entah sudah berapa kali Jesslyn melakukan itu. Kenzie berniat memeluk tubuh mungil Jesslyn dari belakang. Tapi perkataan wanita itu membuat Kenzie mengurungkan niatnya. "Jangan menyentuhku," lirih Jesslyn. "Aku tidak pantas bersanding denganmu Kenzie. Hikss aku telah membunuh ca

