44

1440 Words

Seperti yang telah Kenzie katakan sebelumnya, malam ini Jesslyn berdiam diri di dalam kamar yang selama ini selalu ia tempati. Sayangnya ia hanya sendirian. Kenzie? Entahlah. Pria itu belum memunculkan batang hidungnya. Tapi percayalah, Jesslyn sungguh merasa gugup. Ia tidak tahu hukuman seperti apa yang akan Kenzie berikan padanya. Sementara itu, Kenzie menugaskan ketiga panglimanya mengurusi para rakyatnya yang kini kembali mendapatkan bantuan dari Istana Ophelix. Diikuti Evelyn yang katanya ingin melihat keadaan di desa Janade. "Sebenarnya apa yang membuat kalian berpikir buruk mengenai Nona Jesslyn? Calon Queen dunia Ophelix?!" tanya Aaron membuka suara dengan wajah dinginnya. Para warga yang mendengar pertanyaan Aaron yang terkesan mengintimidasi, sedikit gugup ketakutan. Glore

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD