Kenzie menatap Evelyn datar yang kini berdiri di depannya setelah ia membukakan pintu untuk adik yang telah mengganggu dirinya. "Ada apa?!" sentak Kenzie dengan tatapan tajamnya. Evelyn sedikit mengernyit bingung mendapati sikap kakaknya yang terlihat kesal atau marah padanya. Tapi sedetik kemudian Evelyn kembali mengingat tujuannya ke sini dan berakhir meneriaki kakaknya yang tak kunjung membuka pintu. "Kita sudah mengetahui pelakunya. Dia seorang perempuan," ujar Evelyn semangat. Kenzie menghembuskan napasnya kasar. "Pergilah! Aku akan menyusul," ujar Kenzie acuh tak acuh. Evelyn memandang Kenzie kesal tapi saat melihat Kenzie masuk kembali ke dalam kamar membuat pintu terbuka sedikit lebar sebelum pria itu kembali menutupnya dengan keras. Evelyn membelalak saat melihat Jes

