21+

1587 Words

     Sinar mentari pagi masuk lewat celah korden membuat manic itu mengerjap berulang kali sebelum membuka matanya lebar.      “ Pagi!” sapaan itu menyapa Eka tatkala dia mulai membuka mata.      “ Apa yang anda lakukan?” Eka mengerjap, menatap pria yang tersenyum lembut itu bingung.      “ Melihatmu tidur.” Tangan Bumi terulur, mengesampingkan anak rambut Eka yang menutupi wajahnya, “ Dan itu cantik.” Satu kecupan panjang bersarang didahi wanita itu      “ Apakah anda sedang latihan menggombal sekarang?” ejek Eka, tangannya menyingkirkan wajah Bumi dari atas kepalanya itu.      “ Apakah saya tidak bisa mencoba untuk bersikap romantis?” Bumi mengubah posisinya, mengurung tubuh wanita itu.      “ Sepertinya anda sudah mulai berbicara aneh sekarang.” Eka mengulurkan tangannya, berusah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD