“Sialan!” Umpatan kekesalan Kaizer menggema di dalam ruangan kerjanya. Ia tidak menyangka adiknya akan menggunakan cara selicik itu demi mendapatkan kotak perhiasan yang disimpannya di dalam laci meja kerjanya. Ia benar-benar terlalu lengah kali ini karena berpikir Katrina akan menyerah untuk mencari tahu tentang wanita yang dirahasiakan darinya. “Awas saja kalau aku bertemu dengannya nanti! Aku akan mengulitinya hidup-hidup!” geram Kaizer dengan penuh amarah. Tentu saja ia tidak akan melakukan hal sekejam itu kepada adik satu-satunya tersebut. Namun, ia tetap akan memberikan hukuman untuknya agar Katrina jera dan tidak lagi berani melakukan hal seperti ini lagi padanya. “Tuan, apa kompresannya mau diganti?” Suara Carlos mengalihkan pikiran Kaizer. Pria itu masih berada di kantor sel

