Part 28

1027 Words

Part 28 "Malik sibuk sama ceweknya mulu nih, jarang kumpul bareng kita." Zidan mencibir melihat Malik yang baru saja datang ke kelasnya dan duduk di sebelahnya. Tempat duduknya di tempati Vardo untuk tidur dan sudah kerjaan Vardo menjadi tukang rebahan di dalam kelasnya. "Halah setiap hari sama lo juga gini, tetep aja gue gak dianggap." Malik mendengus sebal. "Terlalu lebay itu si Zidan, maklum orang kesepian dan gue juga dikatain tidur mulu. Lha terus selama ini gue nemenin dia minta bantuan, dikira arwah gue doang yang jalan?" Walau matanya sedang tertutup, Vardo masih mendengar dan merespon ucapan temannya. "Haha." Malik tertawa terbahak-bahak, temannya satu itu suka lebay sekali dan apa-apa terlalu dilebih-lebihkan. "Lebih baik lo cari pacar baru sana, lo kesepian malah nyusahin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD