"Liburan ini kamu kemana ra?" tanya Elena.
"Entah, mungkin aku di rumah saja," jawab Clara sekenanya.
"Bagiamana jika kita berlibur ke pulau bali untuk mengisi liburan," usulnya semangat. Sudah pasti ia ingin jalan-jalan dan liburan, tetapi orangtuanya tidak punya uang banyak untuk menuruti keinginan berliburnya.
Elena hanya bisa liburan dengan Clara, tentunya semua Fasilitas dari Clara semua. Makanya ia begitu semangat dengan liburan semester ini. la akan berlibur di pantai yang indah membuat banyak snap biar orang-orang iri.
Ah membayangkan saja Elena sangat senang. Tetapi semua khayalan itu hancur saat ia mendengar jawaban yang keluar dari mulut Clara.
"Tidak bisa," jawabnya singkat.
Hah, Elena cengo. Biasanya kan Clara selalu bersemangat jika ingin pergi liburan dengannya.
"Kenapa Clara bukanya ini yang kamu mau, liburan bersama, kita kan sahabat," ucap Elena mecoba mempengaruhi Clara.
"Tidak bisa, aku sibuk di mansion," tolak Clara lagi.
Elena tidak menyerah ia kembali membujuk Clara agar mau menuruti keinginan nya.
"Ayolah Clara masa kamu tega membiarkan aku tidak jalan-jalan setelah ulangan semester ini," ucapnya memelas.
"Aku stres ra butuh hiburan, ayolah," ujarnya terus membujuk Clara.
Dan lagi Clara menolak dengan tegas.
"Gak Elena, kakek tidak mengizinkanku liburan," tekan Clara kukuh tidak ingin dibatah.
Kemudian tanpa mendengar jawaban Elena ia segera pergi. Melihat Clara pergi pun Elena terus berteriak memanggilnya.
"Clara...."
"Clara tunggu. Kita belum selesai bicara." Clara lebih memilih mengabaikan Elena dan segera masuk ke mobil, ia sangat malas harus terus-menerus bersama Elena.
Melihat Clara yang mengabaikannya Elena mengeram marah, "Sial kenapa sekarang Clara berubah." la harus memikirkan cara lagi agar Clara luluh kepadanya dan tentu saja menuruti semua keinginannya.
Sampai mansion Clara menghela nafas. Daripada ia terus memikirkan si busuk Elena dan membuat moodnya jelek lebih baik ia segera membuat list kegiatan saat liburan ini.
Liburan ini tergolong Lama hampir satu bulan, tetapi Clara lebih senang dengan itu. la bisa punya waktu lebih banyak untuk memperbaiki dirinya.
Mulai dari klinik kecantikan, perawatan tubuh dan spa. Ruangan gym agar ia mempunyai tubuh yang body goals.
Belajar bisnis dengan om Reyhan.
Dan yang terakhir ia tambahkan adalah belajar taekwondo. la ingin bisa bela diri,menjaga diri sendiri lebih baik daripada harus tergantung oleh orang lain.
Yah, memikirkannya saja Clara sangat bersemangat.
Saat malam tiba ia sengaja menunggu kakeknya sambil menonton tv.
Dengan toples cemilan yang ada dipangkuan, mulut yang tiada henti menguyah dan mata yang tetap fokus pada layar kotak yang menampilkan acara kartun kesukaannya.
Clara sungguh terlena dengan dunianya, Sampai ia tidak sadar sang kakek sudah ada dibelakangnya. Melihat sang cucu fokus menonton kartun itu kakek dengan iseng mengagetkan Clara dari belakang.
Clara yang terkejut pun hampir saja membuang toples yang ada di pangkuannya. Mungkin jika kakek tidak menahan tangannya sudah dipastikan toples itu hancur berserta isi yang berceceran dilantai.
"Kamu itu kalau kaget jangan dibiasakan buang barang, bagaiman jika toples ini pecah dan mengenai kakimu," ucap kakek khawatir.
"Ini salah kakek. Kenapa juga kakek mengagetkanku" ujar Clara cemberut.
"Haha itu karena kamu sangat fokus sayang, sampai-sampai kakekmu yang tampan ini tak kau hiraukan," ucapnya sambil mengusak rambutnya yang sedikit berantakan.
Melihat kakeknya yang sangat percaya diri itu Clara hanya memutar bola matanya malas. Ya kakeknya memang masih sangat tampan walaupun umurnya sudah tua, pasti waktu muda banyak yang mengejar-ngejar kakeknya dulu.
"Kenapa kamu belum tidur," tanyanya pada Clara. Teringat tujuannya, Clara segera mengalihkan tatapannya dari televisi.
"Hehe kakek Clara boleh minta sesuatu," tanya nya tersenyum sangat manis. Melihat senyum Clara yang sangat manis kakek yakin pasti cucunya ini akan meminta yang aneh-aneh.
"Kamu ingin apa," jawab kakek penasaran.
"Bolehkan Clara belajar bela diri kakek," tanyanya dengan semangat.
"Gak boleh." jawaban cepat kakek.
"Ayolah kakek aku mohon, aku ingin belajar taekwondo," ucapnya memelas.
"Tidak Clara, kakek gak mau kamu kecapekan, latihan bela diri itu berat sayang, kakek takut tubuhmu tidak kuat," jelas kakeknya.
Memang tubuh Clara sangat lemah dan gampang sekali sakit saat kecapean, tetapi itu kan dulu, mungkin karena dulu Clara tak pernah olahraga.
"Please kakek, Clara ingin bisa," ucapnya dengan tangan bersatu di atas d**a Jangan lupakan mata yang berkedip lucu.
"Oh bagaimana bisa aku menolak jika melihat wajah cucunya yang begitu menggemaskan ini," batin sang kakek.
Dengan sangat terpaksa akhirnya kakek menyetujuinya. "Baiklah, kakek akan mengabulkan permintaanmu ini, tapi ingat jangan sampai kecapean kamu."
"Yeyy sayang kakek," teriak Clara dengan binar kesenangan. la segera beranjak memeluk sang kakek, dan juga mencium pipi kiri dan kanan kakeknya itu, dengan tersenyum senang akhirnya Clara mengurai pelukannya.
"Tapi aku minta harus wanita yang mengajariku kek. tidak mau kalau pria apalagi om Reyhan lagi oh big noo," ujar Clara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sudah cukup ia belajar bisnis dengan om Reyhan, ia tidak mau belajar hal lain lagi dengannya. Ah ayolah om Reyhan sangat kaku, Clara benar-benar sangat bosan jika harus om Reyhan lagi yang mengajarinya.
"Baiklah-baiklah kakek akan mengirim guru taekwondo wanita terbaik di kota ini."
"Sekarang Clara tidur, sudah waktunya istirahat," ucap kakek.
"Siap kakek, kakek juga segera beristirahat oke," ucapnya sambil menirukan gaya tangan ok.
Kakek yang melihat itupun menirukan gaya Clara dan menjawab tanpa suara, "oke."
Melihat cucunya itu sudah masuk kekamar ia bergegas membersihkan diri dan segera tidur.
"Sekarang prioritasku hanya Clara, jadi Clara harus bahagia bagaimanapun caranya," gumamnya sebelum tidur.
Sudah satu minggu berlalu, tetapi liburan Clara hanya terisi hal menonton. Hanya belajar bisnis ketika om Reyhan tidak sibuk, selebihnya Clara hanya rebahan. la menghabiskan waktunya dengan nonton drakor, bermain game, atau belajar memasak dengan kepala pelayan di mansionnya. la memang belum memulai latihan bela dirinya, kata kakeknya minggu depan guru yang dijanjikan kakek akan datang ke mansion.
Clara sungguh tidak sabar rasanya. la sudah mempersiapkan semuanya mulai dari baju latihan taekwondo nya, ruangan khusus untuknya latihan dan tidak lupa ia sekarang sudah rutin olahraga.
Dipastikan tubuhnya tidak selemah dulu.
Dan Clara juga belajar mengemudikan mobil, ia tidak mau terus bergantung dengan adanya sopir kakek. la sekarang ingin mandiri, memupuk kekuatan agar siapapun tidak berani mengusiknya. la juga mengalami perubahan pesat dalam dirinya.
Wajah yang dulu dipenuhi jerawat dan bekasnya sekarang hilang tanpa adanya jejak. Wajahnya benar-benar mulus sekarang. Ditambah dengan gaya rambutmu barunya Clara semakin cantik menawan.
Ya ia memotong rambut panjangnya menjadi pendek sebahu, ia tidak ingin rambut panjangnya itu menggangu latihan bela dirinya nanti. Juga hitung-hitung buang sial.
Sekarang Clara sudah bersiap dengan baju khas latihan taekwondonya. la tengah menunggu guru yang dijanjikan kakeknya.