Memang sungguh sangat mengejutkan seorang cupu seperti dirinya yang selalu diam saja ketika di bully dan diinjak-injak sekarang berani melawan bahkan membalas perbuatan ratu bully itu.
Di SMA ini memang sudah biasa dengan adegan bully, sangking banyaknya kekerasan yang terjadi akibat angkuh nya seseorang.
Orang yang lemah dan tidak punya apa-apa akan selalu mudah ditindas, mereka yang tidak punya kekuatan lebih memilih diam menyimpan semua luka mental dan fisik akibat bully tersebut. Sedangkan si pelaku masih haha hihi bebas melakukan apapun karena dukungan kekuasaan keluarga yang ada dibelakangnya.
Tetapi sekarang Clara mengerti, ia tidak akan diam saja ketika ditindas ia akan melawan siapapun yang berani melukainya. Saat pulang sekolahpun tiba, Clara yang mendengar bel pulang itupun segera merapikan buku ke dalam tasnya.
Setelah guru membubarkan kelas Clara langsung terburu-buru keluar dari kelas. la hari ini sungguh malas harus bertemu dengan Elena lagi, dengan mood yang buruk dia lebih baik lekas pulang dan merasakan empuk kasur di kamarnya.
Tetapi belum sampai ia masuk kedalam mobilnya, terdengar teriakan-teriakan seseorang memanggil namanya. Tanpa menoleh pun Clara hafal siapa pemilik suara itu, ya sahabat busuknya, Elena.
"Clara..."
"Clara tunggu," teriak Elena. Mendengar teriakkan yang semakin keras itupun Clara berjalan cepat untuk mencapai gerbang dan masuk tergesa-gesa ke mobilnya
"Ayo pak cepat jalan Pak," ujar Clara pada supirnya.
"Eh non itu temennya manggil-manggil non tidak ditunggu?" tanya sopir Clara heran karena biasanya nonanya itu pasti selalu mengutamakan teman dekatnya itu, tetapi sekarang nona nya terlihat acuh.
"Gak ada pak, sekarang cepat jalan," perintah Clara mutlak, ia sungguh malas harus membahas Elena lagi.
Sedangkan disisi gerbang Elena hanya bisa memandang sebal mobil Clara ya sudah melaju jauh.
"Sial, kenapa si Clara Gak nenggok aku, masa iya teriakanku tadi kurang kencang, cih dasar budek."
"Terus aku pulang gimana ini, masa harus ngojek lagi sayang dong uangku," ucap Elena sungguh sebal
Padahal ia sekarang ingin sekali membeli tas branded terbaru, tapi kalau Clara terus-terusan menghindar ia jadi selalu mengeluarkan uangnya dan akhirnya Elena lebih memilih menaiki angkutan umum yang selalu lewat didepan sekolahnya itu.
Sampai di mansion Kakeknya Clara langsung masuk ke dalam kamarnya. "Ternyata mengulang kehidupan dimasa SMA semelelahkan ini," gumam Clara saat sudah merebahkan diri di kasur king size miliknya, juga dengan sifat barunya yang harus bisa lebih berani itu.
Sungguh Clara baru kali ini seberani itu melawan orang lain, hatinya dulu terlalu baik sampai-sampai dengan mudah memaafkan orang yang menyakitinya, oh atau bisa dikatakan bodoh saat ia dibully hanya bisa diam.
Pernah terpikir dia hanya ingin segera menjauh dari orang-orang yang menyakitinya, hidup sendiri damai tanpa ada orang-orang busuk yang selalu mengelilinginya.
Tetapi itu terlalu mudah untuk Elena dan David, dua manusia si*lan itu harus mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Berbekal rasa sakit hati dan luka, Clara nekat melawan semua rasa takut di dirinya dari ia kecil.
Clara kecil dulu selalu menyendiri, dia tidak mempunyai teman karena semua teman sekolahnya mengejek dia karena tidak punya orangtua. Mereka membully Clara kecil bahkan dengan kata-kata yang tidak manusiawi.
Pernah Clara marah dulu karena terus-terusan diejek, dengan emosi dulu Clara mendorong bocah laki-laki yang terus-terusan mengejeknya itu.
Tetapi ternyata nasib baik tidak berpihak kepadanya, bocah laki-laki yang ia dorong kepalanya mengenai pinggiran lancip meja, sampai kepalanya bocor mengeluarkan banyak darah.
Disitu ia kembali disalahkan dan diolok-olok teman sekolahnya dulu, bahkan orangtua bocah laki-laki itu tidak terima dan mau Clara dikeluarkan dari sekolah Memang beruntung ia masih punya Kakek, Kakek dengan mudah bisa membebaskan Clara dari hukuman ,tetapi ternyata semua setelahnya terasa lebih sakit.
Clara selalu diperlakukan tidak baik oleh temannya ataupun guru-guru di sana, Clara dicap siswa buruk karena berani mendorong dan menyebabkan luka yang tidak seberapa itu.
Mereka bahkan lupa Clara jauh merasakan sakit daripada anak laki-laki yang ia dorong, selalu mendapat ejekan cemooh, hingga selalu dibully tetapi guru-guru selalu tutup mata. ia hanya bisa menangis setiap pulang sekolah, tidak ada yang tau mental Clara sudah terguncang sejak duduk bangku Sekolah Dasar.
Ingin sekali dulu Clara mengakhiri hidupnya, tetapi teringat Kakek satu-satunya yang ia punya, Kakek yang merawat nya dengan penuh kasih sayang,Kakek yang rela berkerja keras untuk hidup Clara, ia tidak mau Kakek sedih ditinggalnya.
Karena itu dia hanya bisa menutupi semua kesedihan yang ada dengan bersikap lemah dan selalu diam saat mereka membully nya dulu.
"Tidak, itu hanya masalalu, aku harus melupakan kenangan buruk itu," ucap Clara sambil mengusap air mata yang tiba-tiba saja menetes.
Clara kemudian lebih memilih menutup matanya biarlah sejenak ia istirahat dulu dan tak lama Clara sudah masuk kealam mimpinya.
Clara bangun ketika hari sudah beranjak sore, ia kemudian lebih memilih membersihkan diri dan turun menonton TV.
Tetapi saat ia sampai diundak-undakan tangga ia melihat siluet orang yang paling ia rindukan.
"Kakeeeek," serunya senang saat melihat Kakeknya ya sudah duduk manis di sofa. Clara berlari menuruni tangga dengan tidak sabaran, ia langsung berhampur ke pelukan sang Kakek
"Cucu nakal, kenapa bisa kamu lari-larian ditangga, bagaimana kalau terjatuh," ucap Kakek yang kaget melihat sifat cucunya itu.
Dulu cucunya sangat jarang mau memeluknya seperti ini, Clara lebih memilih bertindak sopan dan anggun didepannya. Tetapi entah sekarang Clara malah dengan semangat memeluknya.
"Seperti lama tidak bertemu saja," gumam Kakek yang heram dengan Clara yang memeluknya erat seolah tidak mau terlepas
Tetapi ada yang aneh ia merasakan basah dipundaknya, kemudian ia memaksa Clara mengurai pelukannya.
"Eh... kenapa cucu Kakek nangis, ada yang sakit atau ada yang menyakitimu," tanya Kakek panik melihat Clara yang berlinangan air mata
Clara yang mendengar nada khawatir itu mengulas senyum haru, "aku sangat merindukanmu Kakek," ucap Clara dalam hati.
la ingat Kakeknya yang meninggal saat ia masih di universitas, bertahun-tahun hidup tanpa Kakeknya ia sungguh merasa kesepian, dan berakhir menderita karena menuruti si br*ngsek David itu.
Ah sungguh Clara sangat menyesal dulu mengabaikan semua peringatan Kakeknya itu,tetapi sekarang ia akan menurut dengan Kakeknya, karena hanya Kakek yang ia punya.
"Tidak apa Kakek aku hanya kangen Kakek hehe...," ucap Clara
"Kangen... padahal kemarin juga kamu melihat Kakek saat malam tapi kamu malah diam saja dan bergegas masuk ke kamar," ucap Kakek aneh.
"Haha... oh, kemarin aku sangat ngantuk kek, jadi sampai tidak melihat Kakek sudah pulang," ucap Clara sambil meringis bodoh
Yah Clara lupa, saat masuk SMA ia semakin menjauh dari Kakeknya itu,ia kecewa karena sang Kakek yang terus-terusan pulang malam jadi tidak punya waktu dengannya Padahal Kakeknya pulang malam karena lagi gencar-gencarnya membangun bisnis yang semakin berkembang.