Part 65

1466 Words

Part 65 “AKu kesini ingin memberitahu, Aqni menangis semalaman. Mungkin dia rindu sama papanya.” Ujar Maya menyodorkan Aqny. “Ohya? Berarti kamu tidak becus mengurusnya!” jawab Arman ketus. “Bukan begitu, Mas,” suara Maya terdengar mendayu, persis seperti saat pertama ia merayu minta dinikahi. Seketika perut Arman terasa mual, benci sekali rasanya mengingat bodohnya dia tergoda dengan suara menijikkan itu. “Tidak usah berbelit-belit, aku sibuk! Pilihanmu hanya ada dua, meninggalkan Aqny di sini atau pergi sekarang juga!” Sesaat Mya berpikir keras, bukankah dengan meninggalkan aqny di sana, ia akan selalu punya alasan untuk datang? “Sepertinya Aqny lebih aman tinggal di sini. Kasihan di ajika terus di rumah berduaan dengan pengasuhnya. Saya harus bekerja mencari uang untuk kebutuhann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD