Part 78

1656 Words

“Pak, sepertinya ibu Maya masih terus membuntuti kita,” ujar sopir Arman. “Buat dia kehilangan jejak,” Sahut Arman datar. “Baik, pak!!” ujar sopir segera melaju mobilnya kencang, lalu di sebuah pertigaan, sopir berbelok ke kiri dan kembali putar arah. Beberaa saat kemdian, mobil Maya tidak lagi tampak di belakang mereka. Sopir melaju mobil dengan keceatan tinggi menuju kediaman tuannya. Di jendela kamarnya, Bian bisa melihat papanya yang baru pulang. Bian segera keluar dari kamar dan berlari ingin menyapa sang papa. Tapi lagi-lagi ia terlambat, Arman sudah masuk ke ruang kerjanya. Itu berarti dia tidak boleh menggunggu. Bian tertegun melihat pintu ruang kerja Arman, entahlah … dia mulai bosan dengan kehiduan yang ditawarkan papanya. Jika boleh memilih ia ingin tinggal bersama mamanya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD