DUA PULUH EMPAT

2024 Words

"Good morning sunshine." Ucap James dengan sebuah nampan berisi sarapan di tangannya. "James?" Ucap Kezia yang baru saja terbangun dari tidurnya, tangannya mengusap-usap matanya sambil menatap ke arah James. "Apa itu?" "Sarapan lah. Ya kali seserahan." Dengan perlahan lelaki itu meletakkan sarapan untuk Kezia di atas tempat tidur. Kezia tertawa melihat perlakuan manis dari James, apa laki laki di depannya ini sudah benar-benar tobat? Biasanya dia selalu merasa geli saat Kezia menggodanya, tapi sekarang, malah James yang memperlakukannya dengan begitu manis bagaikan seorang putri. "Gak ada sianidanya kan ini?" Ucap Kezia sambil meraih sepotong roti bakar di piring tersebut. "Gak usah di makan." Ujar James malas. Udah bagus-bagus dia belain bangun pagi untuk membuatkan Kezia sarapan, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD