34. Pilihan Sulit Calvin

2250 Words

Bagas berjalan mengikuti pria besar di depannya yang berjalan dengan langkah cepat. Tidak berapa lama kemudian, pria itu menekan benda yang berada di telinga, “Pak Bagas sudah sampai.” Bagas tidak begitu terkejut karena beberapa kali dia sudah pernah merasakan hal yang sama, apalagi ketika dia akan berjumpa dengan Andrea atau Benne. Walau Bagas masuk dalam daftar orang dekat mereka, tetap saja protokol yang diterapkan oleh Calvin sangat ketat. Pria itu lalu berhenti di depan sebuah pintu ruangan dan kemudian membuka pintu ruangan itu. “Silakan, Pak. Anda sudah ditunggu oleh Pak Calvin.” Dia menjulurkan tangannya ke arah dalam ruangan. “Terima kasih,” ucap Bagas sopan. Pria itu tidak membalas, namun segera menutup pintu. “Gas!” panggil Calvin, dia berdiri dari kursinya dan mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD