"Kamu menikmatinya kan? akan ku mainkan sepelan mungkin agar kamu tak merasakan kesakitan," ucap nya sambil terus mengusap bagian yang sensitif ini. "Hentikan kak, kasian kakak ku, aku tak ingin mengecewakan nya," Ia pun terus menghujam tanpa memperdulikan aku, terasa sakit ketika ia mulai memaksakan kepunyaanya untuk masuk, ingin rasanya membunuh nya sekarang, tapi badan ini kaku aku takut. "Kamu masih perawan, tidak seperti kakak Mu yang ku dapatkan sudah bekas, ya anggap saja kamu sebagai penggantinya," ucap nya sambil terus memaksa dan akhirnya sesuatu itu masuk, terasa sakit aku pun merasakan ada sesuatu yang mengalir, keperawanan ku kini sudah hilang. harus bagaimana aku nanti kelak, rasanya ingin menghilang saja dari dunia. "Uhhhh, tahan ya sayang aku ingin berlama - la

