Tuhan sedang Mempersiapkan yang Lebih Baik

1014 Words
Farhan Affandi, nama lelaki yang baru saja berpoligami tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Meski pernikahan keduanya sah secara agama, namun gejolak batin membuatnya merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Lala, pikirannya terus dihantui oleh ultimatum yang diucapkan ibu dari anak - anaknya, takut kehilangan keluarga kecilnya. Dia tahu betul bagaimana watak wanita yang mendampinginya itu dari nol itu ; mandiri, berpendirian kuat, keras kepala dan parahnya lagi wanita itu memiliki intuisi yang kuat. Jika dia marah, tak sepatah kata pun yang akan meluncur dari bibirnya, lebih memilih diam dari pada harus mengomel menguras energi. Hubungan rahasianya cepat atau lambat akan diketahui oleh perempuan yang sudah mendampinginya selama sepuluh tahun, bukan waktu yang singkat meniti perjalanan berumah tangga yang pasang surut akan cobaan. Perempuan keras kepala itu tetap sabar berada di sisiNya dalam kondisi apapun, namun berbeda dengan sekarang, jika hubungan rahasia itu ketahuan tak akan ada lagi kesempatan kedua. Farhan sadar betul. Jadi sebisa mungkin akan bermain cantik untuk kedua wanitanya, meski dia tahu tak mungkin bisa selamanya menyembunyikan hubungan rahasianya dengan Lala. Perjalanan kembali ke rumah istri barunya terasa sangat lama padahal hanya ditempuh selama satu setengah jam saja. Sekuat tenaga kembali mengumpulkan puing - puing semangat untuk bertemu Lala. Demi untuk anak-anak dan istrinya juga agar mereka tak hidup serba kekurangan meski sementara tinggal di kontrakan yang kecil. "Sayang, sudah dimana? sudah dekat belum?" suara manja Lala, diujung telpon sana. "Entar, lagi. Sabar ya sudah hampir sampai, kok," jawab Farhan. *** Sementara di rumah kontrakan yang sederhana dan sempit, tembok rumah sudah mulai terkelupas dan pasirnya sedikit demi sedikit berjatuhan, kuseng pintu dan jendela yang mulai bolong dimakan rayap, beserta kain gorden yang mulai lapuk . Tidak ada perabotan yang mewah, hanya sebuah TV tabung ukuran kecil yang menjadi hiburan satu - satunya. Kondisi rumah ini membuat sewanya bisa dijangkau, walau kadangkala terlambat bayar. Ingin meminta tolong kepada kedua orang tua pun rasanya malu, karena orang tua tak sepenuhnya merestui hubungan mereka, entah apa kekurangan Farhan hingga mertuanya tak begitu menyukainya. Untuk menyambung hidup, di saat suami berusaha kembali merintis usaha, wanita berparas cantik ini terpaksa menerima pakaian kotor untuk dicuci dari para tetangga yang dikerjakan secara manual. Bukannya tak memiliki keahlian lain, namun tak mungkin meninggalkan kedua anaknya yang masih kecil untuk bekerja kantoran seperti dulu. Tidak seperti kehidupannya sebelumnya yang serba kecukupan bahkan bisa dikatakan lebih dari cukup. Pekerjaan yang banyak diidamkan oleh orang kebanyakan karena penghasilan yang di atas rata - rata karyawan biasa. Tekad untuk hijrah, dan meninggalkan pekerjaan di lembaga ribawi dan menjadi Ibu rumah tangga seutuhnya demi kebaikan anak-anak dan suami, sementara Farhan adalah pengusaha yang sukses, lelaki yang loyal dan hampir sempurna menjadi ayah dan suami untuk keluarga kecilnya, namun badai cobaan menghempaskan mereka hingga titik terendah. Usaha yang awalnya baik - baik saja, akhirnya bertekuk lutut pada keserakahan, walaupun mati - matian sang istri melarangnya agar tidak lagi berurusan dengan riba, meski utang di bank belum lunas setidaknya tidak menambah lagi. Meninggalkan sisanya dan bertobat. Investasi dengan iming - iming memberi keuntungan tiga puluh persen lebih banyak memang terdengar menggiurkan. Apalagi partnernya, Syukran yang selalu berpenampilan agamis adalah teman dekatnya sendiri. Tak tanggung - tanggung semua diinvestasikan, demi ingin segera mendapatkan keuntungan berlipat dalam jangka waktu yang singkat. Hanya enam bulan menikmati bunga investasi, Syukran menghilang tanpa jejak semua uang investor dibawa lari. Farhan kolaps dan menjadi frustasi akibat bisnis investasi bodong, tertipu teman dekat hingga membuat usahanya bangkrut dan utang tak mampu lagi ditutupi setiap jatuh tempo hingga pada akhirnya semua aset di sita Bank. Riba memang mengerikan, membuat semua serasa mudah dan senang pada awalnya namun pada akhirnya menghancurkan usaha yang dibangun bukan mulai dari nol tapi dari minus alias utang modal awal. "Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Tidak hanya sekali dua kali hadis ini terdengar oleh Farhan dan istrinya, putranya sering mengulang - ulang hafalan hadist ini ketika masih belajar di Sekolah Terpadu Islam, sekolah yang bisa dijangkau hanya dari golongan orang berada. Namun sayangnya hidayah ini tidak serta merta dijemput oleh Farhan, hanya istrinya yang bertekad meninggalkan riba dan berhenti dari pekerjaannya di Kantor Pegadaian. Dengan kondisi yang tertekan oleh utang dan kebutuhan keluarga, Lala datang membawa angin segar. Berjanji untuk berinvestasi pada usaha yang mulai dirintisnya kembali, juga membantu modal usaha bahkan akan membantu melunasi utang - utangnya. Hubungan yang awalnya hanya sekedar teman biasa berubah menjadi teman hidup. Farhan yang saat itu dalam keadaan gamang, tak sadar ikut arus dengan permainan Lala, seorang wanita yang sudah lama menaruh hati padanya. Semua kebutuhan finansial Farhan dibantu oleh Lala, membuatnya tidak enak jika menolak saat diajak bertemu hingga akhirnya masuk jebakan cinta lokasi. *** Nelly Hasri *** Kebutuhan pokok untuk sebulan sudah dibelikan oleh Farhan, suaminya. Jadi tak perlu lagi khawatir akan kekurangan makanan bulan ini. Apalagi sebelum berangkat suaminya memberinya sebuah amplop tebal. Rencana akan dijadikan modal membeli mesin cuci dan membuka usaha laundry di rumah itu. Smartphone baru yang dibelikan suami di mulai di otak-atik, mulai menginstall beberapa aplikasi sosial media dan aplikasi jual beli untuk nantinya bisa membuka usaha jualan on line. Ada rasa lega dan senang, di sisi lain firasat yang tak enak akan kesetiaan suaminya, naluri wanita begitu kuat namun dia tak mau berprasangka hingga ditepisnya jauh-jauh pikiran itu dari benaknya. Do'anya tak putus - putus di sepertiga malam untuk anak - anak dan suami yang kini bekerja jauh dari mereka. Hubungan LDR ( Long Distance Relationship) memang terasa berat baginya dengan dua orang anak yang masih kecil ; Zidan dan Zakia, Berharap semuanya akan kembali normal seperti dulu, sebuah keluarga bahagia. Namun takdir cinta Romeesa tak seperti keinginan yang ada dalam do'anya di setiap sujudnya. Tuhan sedang mempersiapkan yang lebih baik untuknya dan anak-anaknya, tapi terlebih dahulu mengujinya dengan banyak cobaan. Skenario rumah tangga yang bahagia dan harmonis kini sudah berubah tanpa sepengetahuannya. Sementara Farhan, suaminya membangun rumah tangga yang baru. Menggadaikan dirinya ke wanita lain, demi keluarga tercinta Romeesa, Zidan dan Zakia.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD