Tanpa Sandra tahu jika Nessa tengah patah hati saat ini, perempuan itu dan suaminya dalam perjalanan menuju ke pulau pribadi milik Diego. Setelah menempuh beberapa jm lamanya akhirnya mereka sampai di Bandara, seorang sopir telah menjemput mereka. Mereka kini dalam perjalanan menuju ke resort mewah.
Satu jam berlalu, keduanya sampai di villa dan Diego segera mengambil koper lalu menyeretnya masuk ke dalam. Tanpa kenal lelah Sandra segera mengganti pakaiannya dengan bikini, wanita itu masuk ke dalam kolam renang.
Diego melepaskan kaos dan celana panjangnya, kini dia hanya mengenakan boxer dan melompat ke dalam kolam. Sandra sendiri mulai menjahili suaminya lalu berenang menjauh, Diego menyusulnya.
"Aakh. " Diego merapatkan tubuhnya dari belakang, pria itu meremas bulatan besar milik istrinya. Wanita itu melepaskan diri dari jerat suaminya.
"Nanti malam saja hubby, aku ingin berenang sepuasnya hari ini!
Diego menghela nafas panjang, dia mengiyakan permintaan istrinya itu. Mereka terus berenang sambil menggoda satu sama lain lain. Pria hot itu mengangkat istrinya lalu mendudukkan di tepi kolam. Diego menghimpit paha istrinya, posisi keduanya saat ini begitu intim.
Sandra sendiri dengan nakal menyentuh pedang pusaka milik suaminya hingga membuatnya terbangun. Diego mengeram rendah, melepaskan celana istrinya lalu melemparnya begitu juga celananya. Dia langsung menyatukan milik mereka, Sandra mendesah panjang merasakan Hujaman suaminya begitu cepat dan liar.
Satu ronde berlalu, pusaka itu masih terbenam dalam sarungnya. Sandra mengusap peluh di dahi sang suami, menciumi wajah tampan suami seksinya ini. Wanita itu dengan liciknya menggerakkan pinggulnya, Diego kembali mengeram dan menghujam istrinya lagi dan lagi.
Pria itu naik ke atas tanpa melepaskan penyatuan mereka. Di dalam sana mereka kembali bercinta hingga satu jam lamanya. Sandra mengeluhkan perutnya lapar, Diego langsung memakaikan pakaian untuk istrinya juga dirinya.
Dia mengajak istrinya pergi ke resto terdekat, keduanya makan dengan sangat lahap. Selesai makan Sandra bangkit, menikmati udara segar yang cukup menenangkan di sana. Diego bangkit mengajak istrinya pergi dari sana dan menuju ke pantai.
Di sana Diego mengambil foto istrinya beberapa kali, menjadikan salah satu foto itu menjadi wallpapernya. Ya saat ini Sandra mengenakan gaun berwarna merah dengan tali di kedua bahunya. Diego sendiri tampak seksi, pria itu membiarkan kemejanya terbuka hingga terlihat roti sobeknya.
Pria itu merangkul pinggang ramping istri tercintanya, keduanya sama sama menyelusuri pantai. Sandra menghentikan langkahnya, menoleh dan memeluk pinggang suaminya. "Penampilanmu yang sekarang ini begitu seksi hubby, aku menyukainya. " cetus Sandra dengan tatapan nakalnya.
"Aku milikmu baby termasuk ular
berbisaku. " bisik Diego dengan frontal. Sandra menepuk d**a suaminya, mereka kembali jalan jalan. Kini keduanya berada di luar resort, bersantai di kursi panjang dekat kolam renang.
Keduanya berencana memiliki anak secepatnya tanpa mau menunda. Sandra sendiri tersenyum mendengarnya, dia tak sabar menanti hari itu tiba.
Sandra terdiam, tiba tiba dia teringat sesuatu. Wanita itu terbelalak, Diego memperhatikan istrinya yang terlihat sangat aneh.
"Ada apa sayang? "
"Enggak papa Hubby, hanya kepikiran mommy dan daddy. " elaknya.Diego mengangguk, dia tahu jika istrinya berbohong namun pria itu tak memaksa istrinya berbicara jujur.
Malam harinya lagi lagi Sandra bersikap agresif padanya, meski terlihat bingung namun Diego menyukainya. Selepas makan malam, keduanya bertempur di atas ranjang dengan Sandra yang memimpin permainan.
Sandra sendiri merasakan keanehan pada dirinya, entah kenapa ingin sekali dirinya terus bercinta dengan suaminya ini.
Selesai bercinta keduanya langsung tertidur setelahnya.
Pagi ini Diego terbangun, dia melompat dari ranjang dan menghampiri istri tercintanya. Sandra tengah muntah muntah di dalam kloset, selesai diapun ke luar dari sana. Pria itu menggendongnya, membawanya ke ranjang. "Sayang, bagaimana kalau kia pergi ke rumah sakit terdekat? "
"Enggak papa sayang aku cuma masuk angin doang kok. " ujar Sandra berusaha menenangkan sang suami. Wanita itu meminta nasi goreng pada suaminya, Diego dengan sigap membantunya ke luar dari kamar. Dia menyuruh wanitanya menunggu di meja makan, Diego pergi ke dapur saat ini.
Beberapa saat berlalu Diego membawakan nasgor dan segelas air untuk istrinya, Sandra begitu lahap makannya. Dia sedikit lega melihat istrinya tak kembali mual mual lagi. Setelah menghabiskan nasi goreng nya, wanita itu meneguk air putih.
Diego mengambil ponsel istrinya, keduanya pergi ke ruang tamu dan bersantai di sana. Sandra saat ini tengah mencoba menghubungi Nessa, dia merasa khawatir padanya. Diego sendiri membiarkan istrinya melakukan video call dengan Nessa tanpa berniat menganggu nya.
Sandra bisa bernafas lega sekarang, menaruh ponselnya di atas meja. Diego menawari istrinya jalan jalan namun Sandra menolaknya. Perempuan itu naik ke pangkuan sang suami, Diego tersenyum tipis melihat istrinya yang bermanja manja padanya.
Keduanya kembali berpagutan dengan sangat mesra. Dering ponsel Diego membuat mereka mengakhiri ciumannya panas itu dengan tak rela. Diego mengambil ponselnya tanpa menyuruh istrinya turun.
"Halo Jake, ada apa? "
"Begini tuan nona Nadira kembali membuat ulah, dia berusaha menjatuhkan nama baik nyonya Sandra!
"Beri dia peringatan Jake, jika dia masih berani melawan hancurkan saja karirnya. " tegas Diego. Pria itu memutuskan sambungannya, rahang pria itu nampak mengeras. Sandra menangkup sisi wajah suaminya, dia penasaran apa yang membuat suaminya marah.
"Apa yang terjadi? "
"Nadira membuat ulah, dia berusaha menjatuhkan nama baikmu. " ucap Diego dengan jelas.
Sandra mengepalkan tangannya, ternyata perempuan itu memang mencari masalah dengannya. Diego sendiri telah memiliki rencana untuk membalas Nadira, Sandra tentu saja mempercayai sang suami dan membiatkannya turun tangan.
"Kita kembali ke kamar, aku ingin menyapa si tembem. " Diego bangkit, mengendong istrinya ala baby koala menuju ke kamar mereka. Sandra tentu saja dengan senang hati melayani sang suami tercinta.
Lagi dan lagi keduanya kembali bercinta, seakan tak ada rasa bosan mereka dalam meraih kenikmatan itu. Sandra mencengkram pinggang sang suami saat hentakan dan hujaman prianya kian dalam hingga menyentuh titik terdalamnya.
Suara erangan dan desahan saling bersahutan dari dalam kamar pasangan suami istri tersebut.
Keduanya seakan tak bosan melakukan penyatuan. Ya keduanya memang sama sama gila mungkin, untungnya keduanya telah resmi menikah. Usai menyatu, pasangan itu segera membersihkan diri dan berpakaian. Keduanya kembali turun ke bawah dan bersantai di ruang tamu.
"Kamu jangan ke mana mana ya sayang, aku hanya ingin dekat dengan kamu! " pinta Sandra.
"Oke sayangku. " balas Diego. Pria itu tentu saja sangat suka melihat istrinya begitu manja padanya. Dia merangkul wanitanya dari samping dan mengobrol ringan. Banyak hal yang mereka bicarakan mengenai rencana keduanya kedepannya nanti.