Bab 19 Pertengkaran

1033 Words
"Mas, sebenarnya ada apa. Apa yang terjadi di antara kamu dan kakek? " tanya Nessa sedikit mendesak kekasihnya. El menghela nafas panjang, dia terpaksa menjelaskan apa yang dia bicarakan tadi dengan kakek pada Nessa. Nessa tertegun, jujur hatinya sakit akan tuduhan kakek padanya. Perempuan itu langsung menangis terisak, hal inilah yang dia takutkan jika menjalin hubungan dengan pria yang memiliki kasta tertinggi daripada dirinya. "Aku memilih kamu Nes, kakek marah besar padaku! Nessa meraih tangan El, meski sakit dia harus mengatakan hal ini pada kekasihnya. "Kamu harusnya menuruti kakek kamu mas, mungkin kehadiran aku hanya akan membawa derita dalam kehidupan kamu. Selain itu aku tak ingin kamu kehilangan sesuatu yang kamu dirikan selama ini. " ujar Nessa dengan lirih. Raut wajah El berubah, rahang pria itu mengeras mendengar ucapan wanitanya barusan. Dia menarik tangannya dengan kasar, bagaimana mungkin Nessa berbicara seperti itu dengan mudahnya. "Lalu bagaimana dengan kamu Nessa, aku telah merenggut harta berhargamu. Kau menyuruhku pergi tanpa memikirkan masa depanmu nantinya hah? "Bentak El dengan keras. Nessa terisak pelan, bukan karena bentakan El padanya namun pernyataan El yang begitu menusuknya. Pria itu berbalik dan melangkah pergi, Nessa langsung mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Wanita itu terus mengumamkan kata maaf pada sang kekasih hati. El menghela nafas berat, berbalik dan menggendong Nessa dan membawanya masuk ke dalam penthouse pribadi miliknya. Pria itu menurunkannya di ruang tengah, suasana tampak dingin. El bangkit dan meninggalkannya sendirian di sana. Nessa terus terisak sendirian di sana, wanita itu menekan rasa sesak dalam dadanya. Menyuruh El pergi adalah pilihan yang menyakitkan untuknya namun jika El kehilangan semuanya hanya karena dia, ini sama saja tak adil untuk pria itu. Kepala pelayan datang membawakan teh untuk majikan di depannya saat ini. "Ini saya buatkan minuman untuk nona, sebaiknya nona tenang lebih dulu dan minumlah. " ujar Bibi dengan lembut. Nessa menghela nafas berat, menghapus air matanya lalu menyesap minuman yang di berikan untuknya. "Terimakasih Bi! Untuk saat ini dia perlu menenangkan diri, Nessa bangkit dan sebelum pergi dia memberitahu sang pelayan. Wanita itu meninggalkan penthouse sang kekasih, dia hanya perlu menenangkan diri sesaat. Dia memesan taksi, sambil menunggu Nessa mengirim pesan pada El. Me Maafkan aku El, untuk sementara aku ingin menenangkan diri. Aku akan tinggal di apartemen, kamu juga perlu menenangkan diri sekaligus memikirkan kembali keputusan kamu. Nessa langsung masuk ke dalam taksi, tanpa dia sadari El melihatnya dari atas balkon. Setelah tiga puluh menit, Nessa sampai di apartemen. Perempuan itu langsung turun setelah memberikan uangnya pada sopir. Kate datang, gadis itu sudah cukup lama menunggu nya pulang. Nessa langsung berlari dan memeluk sahabatnya itu. Kate mengajaknya masuk ke dalam lebih dulu. Mereka berbicara di ruang tamu, dia menunggu Nessa tenang lebih dulu. Wanita itu mengatakan hubungannya dengan El pada Kate, Kate hanya mampu berdecak pelan setelah mendengarnya. "Kau harus mempertahankan pria itu Nessa, jangan kamu pedulikan kakek pria itu. " ujar Kate memberikan pendapatnya. "Aku hanya tidak ingin egois Kate. " gumam Nessa pelan. "Kau terlalu naif Nessa, El telah memilihmu dan harusnya kamu tuh mendukungnya bukannya malah menyerah kayak gini! Nessa mengusap wajahnya kasar, Kate terus mengomelinya habis habisan dan memberinya nasehat. Wanita itu mengatupkan bibirnya rapat, berupaya menenangkan diri. Kate sendiri terus memberi dukungan pada sahabatnya ini. Dia mengambil ponselnya, ternyata tak ada pesan apapun dari Michael. Sepertinya pria itu memang sangat marah padanya, mungkin dia perlu waktu sama seperti dirinya. Lagi lagi terdengar suara helaan nafas berat dari bibir Nessa. Kate sendiri hanya menggeleng melihat sahabatnya yang tengah galau. Gadis itu asyik meneguk minuman kalengnya lalu memakan camilannya dengan santai. Nessa bangkit, dia langsung pergi ke kamarnya langsung meninggalkan Kate sendirian. Dia memilih menyalakan televisi, mencari acara yang menghibur dirinya. Kate perlu menjernihkan pikirannya, dia jadi ingin berlibur namun saat ini keadaan tak mendukungnya. "Huft Sandra sibuk dengan suaminya sekarang. " gumam Kate lirih. Untuk masalah Nessa sepertinya dia gak perlu memberitahu Sandra saat ini, dia tak ingin Sandra kepikiran. Dia memutuskan menginap di apartemen Nessa, Kate begitu khawatir dengan keadaan Nessa saat ini. Di dalam kamar setelah mengganti pakaiannya, dia memilih berselancar di dunia maya. Nessa membuka akun medsos nya lalu meng-upload sebuah foto dengan caption di bawahnya. " It's Hurt, when love has to let him go. " Setelah itu menaruh ponselnya di atas meja, dia memilih berbaring di atas ranjang empuknya itu. Nessa menatap langit langit kamarnya, hatinya terasa hampa saat ini. Seandainya waktu bisa di ulang, dia tak ingin bertemu dengan El dan tersiksa seperti sekarang ini!.. Nessa memilih memejamkan kedua matanya, hingga dirinya terlelap. Sore hari El datang berkunjung, Kate menyuruhnya langsung menuju ke kamar Nessa. Pria itu masuk ke dalam, menemukan wanitanya terlelap di atas ranjang. Dia menyentuh wajah Nessa, mendaratkan kecupan di bibir mungil itu. Lalu dia naik ke ranjang, memeluk Nessa dari belakang. Beberapa menit berlalu gadis itu hendak bangun namun tubuhnya terasa berat. Dia menoleh dan terkejut melihat sosok Michael di sampingnya. Raut wajahnya berkaca-kaca, Nessa memagut bibir prianya dengan lembut dan ternyata El membalas ciumannya. Pria itu mengakhiri ciumannya, El menarik Nessa ke dalam dekapan. Dia membuka kancing piyama atasan Nessa lalu melepaskannya, beserta kaca mata penyangga bulatan kenyalnya. "Ough. " desah nya kala El melahap rakus p******a sintalnya itu. Wanita itu menekan kepala El, dia sangat suka dengan sentuhan Michael di dadanya. Nessa tersenyum di sela sela desahannya, dia mengusap lembut kepala prianya. Dia tak bisa harus berjauhan dari El, meski dia baru mengenal Michael. El menjauhkan wajahnya, kembali melumat bibir manis wanitanya. "Kenapa kamu ke sini Mas? " "Aku ke sini setelah membaca status IG seseorang yang tengah galau. " sindir El yang mendapat dengusan dari Nessa. Wanita cantik itu mengeratkan pelukannya pada tubuh prianya. Kini keheningan melanda pasangan kekasih tersebut. El memperhatikan wanitanya dalam diam. Banyak hal yang membebani pikirannya saat ini. Pria tampan itu menarik dagu sang kekasih. "Apapun yang terjadi tetaplah di sisiku sayang! " "Tapi bagaimana dengan kakek kamu sayang? " Nessa berbalik bertanya pada sang pujaan hati. "Kakek saat ini begitu marah namun aku tak peduli. " kekehnya. Nessa kembali memeluk prianya, dia juga merasakan bingung sekarang. Kini keduanya tengah memikirkan dan menemujan jalan keluar dari masalah mereka berdua. El menciumi pucuk kepala sang kekasih penuh kasih sayang. Dia perlu menenangkan dirinya untuk sementara sebelum mengambil keputusan bersama.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD