Bab 18 Masalah Rumit Nessa

1022 Words
Kini Nessa tampak melamun di apartemennya, suara ketukan pintu membuatnya tersadar dari lamunannya. Cklek "Kau? " gumam Nessa terbata bata melihat sosok pria yang membuatnya sangat kesal sejak kemarin. "Ya tentu saja aku. " pria itu menerobos masuk ke dalam apartemen Nessa, Nessa tak henti henti nya mengumpatinya. Pria itu Michael Liam, pria yang meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya yang di tabrak oleh Nessa. Gadis itu menyusulnya duduk di sofa, keduanya saling berhadapan satu sama lain. "Aku mana mungkin memiliki uang sebanyak itu Tuan El. " geram Nessa kesal dengan pria di hadapannya saat ini. "Kalau begitu jadi kekasihku sweetie! Michael bangkit, pria itu mengangkat tubuh Nessa lalu membawanya ke kamar. Nessa memekik kaget, dia mengalungkan tangannya ke leher Michael. l Nessa tak memiliki pilihan lain, kini keduanya sama sama polos. Gadis itu berusaha menutup pahanya namun Michael menahannya. Pria itu menelan salivanya kasar, menatap pemandangan indah di depannya saat ini. Dia Langsung mendorongnya ke ranjang, memagut lembut bibir Nessa dengan liar. Sore itu menjadi sore yang panas akibat kegiatan kedua insan tersebut, Nessa menyerahkan harta berharganya pada Michael. Michael terus mengerang, merasakan ular berbisa nya di himpit begitu kuat di sarangnya Nessa. Pria itu terus menghujam Nessa dengan berbagai gaya, kegiatan itu berakhir setelah mencapai ronde ke empat. Tepat pukul 07 malam Nessa terbangun, gadis itu merasakan sakit di sekujur tubuhnya saat bergerak. Dia menoleh, melihat Michael masih terlelap di sampingnya. Merasakan pergerakan Michael atau biasa di sapa El terbangun dan membuka matanya. "Kenapa hm? " "Tubuhku sakit semua El. " rengek Nessa yang membuat Michael tergelak. Pria itu membawanya bersandar di dadanya, dia paham jika Nessa masih kesakitan setelah dia gempur habis habisan. Nessa sendiri mengusap d**a polos El, pria yang merenggut kesuciannya ini. El mengecup tangan wanitanya berulang kali, dia begitu memuja Nessa sejak lama dan kini dia berhasil memiliki Nessa seutuhnya meski dengan cara yang salah. Pria itu menangkup wajah wanitanya, menatap dalam wajah Nessa yang sendu. "Jangan menangis sweetie, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu hari ini. " "Ingat ini okey, kau bukan w************n sweetie, aku lebih dulu menginginkan kamu. " tegas El yang di angguki Nessa. Wanita itu begitu terharu mendengar pengakuan El barusan. Pria itu mengajak sang kekasih untuk membersihkan diri, lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama. Setelah selesai makan mereka kembali ke kamar dan tidur satu kamar. Pagi hari datang begitu cepat, cahaya matahari begitu terang membuat tidur sepasang kekasih itu terusik. Dering ponsel Nessa berbunyi, perempuan itu bangun dan segera menyambarnya. "Ya halo San? " "Oh ya untuk masalah kamu aku punya ide Nes, gimana kalau kita bertemu! "Tent aah. " "Nessa. " tut sambungan terputus, El menaruh ponsel Nessa di atas laci, pria itu kembali membaringkan wanitanya setelah merobek dress seksi yang di pakai Nessa. Dia melakukan pemanasan dulu, setelah cukup mulai menyatukan tubuh mereka. Keduanya sama sama mendesah, Nessa mengeratkan pelukannya kala hujaman El kian dalam dan cepat. El menyatukan tangan mereka, terus menghujamnya begitu cepat. Dan mereka pagi ini memulai dengan aktivitas ranjang yang panas. Sementara Sandra begitu curiga mendengar suara Nessa yang aneh, dia harus meminta penjelasan sahabatnya itu nanti setelah pulang dari honeymoon. Wanita itu menaruh ponselnya, mendesah pelan kala tangan besar meremas bulatan besarnya dari belakang. Ya saat ini keadaannya polos, Diego membalik tubuh istrinya dan kembali menghujamnya. Saru jam berlalu, Sandra memukul d**a sang suami dengan pelan. "Sayang hari ini kita akan berangkat honeymoon. " omel Sandra pada suaminya. "Kita mandi sekarang. " Diego mengangkat istrinya dan membawanya ke kamar mandi. Selesai bersiap siap mereka langsung turun ke bawah, Diego menyeret koper mereka. Keduanya berpamitan pada keluarga besar mereka, sopir yang akan mengantarkan ke Bandara. "Kami berangkat dulu mom! "Kalian hati hati nak. " Sandra mengangguk, dia tersenyum ke arah mommy Lisna. Mereka langsung masuk ke mobil, sopir melajukannya meninggalkan kediaman. Sandra telah memberitahu kedua sahabatnya mengenai kepergiannya. Diego menggenggam erat tangan sang istri, berharap sepulangnya honeymoon nanti akan ada kabar bahagia. Dia berharap istrinya segera hamil agar ikatan keduanya semakin kuat. "Oh astaga, Sandra berangkat honeymoon hari ini dan aku terlambat ikut mengantarnya. " keluh Nessa yang terlambat bangun dan kembali menaruh ponselnya. Wanita itu menatap tajam kearah El yang tersenyum tanpa dosa. "Ih kenapa kamu enggak memberitahu 'ku Mas. " geram Nessa pada prianya ini. "Maaf sayang, kamu begitu lelap setelah kegiatan ranjang kita tadi. " ujar El dengan santai. Nesa menghela nafas panjang, memilih ke luar di ikuti El menuju ke ruang tengah. Pria tampan itu tahu jika wanitanya tengah merajuk saat ini, dia mengeluarkan sesuatu lalu menyematkan ke jari manis sang kekasih. Nessa terkejut dengan cincin berlian yang melekat di jarinya, wanita itu menatap dalam kearah El. "Maafkan aku Sweetie, jangan diamkan aku oke! "Huum! " El bernafas lega, pria itu menciumi wajah wanitanya tercinta. Dia mengambil ponsel dari dalam saku, melihat pesan masuk membuat raut wajahnya berubah. Nessa mengerutkan kening, dia penasaran dengan apa yang membuat raut wajah El berubah. "Ada apa mas? " "Nenek memberitahu ku jika kakek sedang sakit sekarang. " ujar El. Nessa kini membujuknya untuk menemui kakek, El memutuskan mengajak Nessa ke sana. Keduanya ke luar dari apartemen, El melajukan roda empatnya dengan kencang. Nessa POV Sebenarnya siapa kamu mas El, apakah kamu bukan pria sembarangan. Apa jadinya jika kamu memiliki rahasia yang tidak aku ketahui, lalu bagaimana nasibku nantinya karena aku telah kehilangan hal berhargaku. Ya Tuhan aku begitu takut, apakah memang jika Michael adalah jodohku nantinya! Entah kenapa perasaanku begitu berdebar debar, seperti akan terjadi sesuatu ke depannya nanti. "Apa yang harus aku lakukan sekarang. " gumam Nessa dalam hati. Tiba di rumah sakit, El menggandeng Nessa menuju ke ruangan rawat sang kakek. Tiba di sana keduanya langsung masuk ke dalam, El terenyuh melihat tubuh lemah kakeknya itu. "Kau datang El, maafin atas sikap kakek kemarin padamu! "Sebaiknya kakek beristirahat saja. " ujar El dengan halus. Pria itu hanya tak ingin membahas hal yang akan menimbulkan masalah dan pertengkaran lagi. Sementara kakek sendiri menatap sendu kearah sang cucu. Fokusnya tertuju pada wanita yang ada di samping cucu kesayangannya itu. Kakek hanya diam saja tanpa menyapa Nella. El sendiri mengenggam erat tangan sang kekasih di depan sang kakek.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD