Beberapa hari kemudian Di perusahaan Diego di kejutkan dengan kehadiran Nadira, wanita itu tak menyerah mendekatinya. Pria itu mengabaikan kehadiran Nadira, dia menganggap wanita itu tak ada di sana.
Nadira sendiri berusaha mencari cara untuk mencari perhatian Diego.
"Aw, Die bisakah kamu mengantarku pulang sepertinya perutku sakit. " ujar Nadira sambil meringis. Diego berdecak pelan, dia hendak bangkit dan menghampirinya. Pintu terbuka dan masuklah Sandra yang memanggil suaminya dengan mesra.
Melihat kehadiran istrinya, Diego merasakan lega. Sandra melirik sinis kearah Nadira yang kembali berdiri.
"Sayang, untuk apa dia di sini. Kau mengundangnya kemari hubby? " tanya Sandra dengan sorot tajamnya. Diego menggeleng, dia langsung menjelaskan agar istrinya tak salah paham.
Sandra memanggil sekuriti untuk menyeret Nadira pergi dari perusahaan suaminya. "Sebelum menggoda suami orang, pikirkan lebih dulu nasib karir kamu nona!
Nadira memekik kaget mendengar kata suami yang ke luar dari bibir Sandra, dia hendak menyela namun dirinya terburu di seret ke luar. Sandra sendiri memilih duduk di sofa dengan tangan terlipat di d**a.
Diego langsung duduk di sampingnya, berusaha merayu wanitanya agar tak mendiamkan dirinya. Sandra kini menyandarkan dirinya di bahu sang suami.
"Aku hanya kesal saja pada wanita itu, bagaimana bisa dia tidak tahu malu. " gerutu Sandra sebal. Diego hanya terkekeh, pria itu mencium pipi istrinya gemas.
Dering ponselnya membuat fokus Sandra teralihkan, dia mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Nessa.
"Sayang, sepertinya aku pergi dulu ya!
"Mau ke mana baby? " tanya Diego penasaran.
"Mau menemui Nessa dan Kate,
bolehkan? " Diego mengangguk setuju, Sandra memekik kegirangan dan langsung melumat bibir suaminya. Diego mendesah kecewa saat istrinya mengakhiri ciuman mereka. Wanita itu langsung bangkit, tak lupa memberikan ciuman jarak jauh saat Sandra ke luar dari ruangan suaminya. Diego tersenyum geli melihat tingkah istrinya barusan, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Jake, kamu ikuti istriku diam diam dan jangan biarkan siapapun menyakitinya. " pinta Diego dengan tegas lalu menutup sambungannya.
Sandra dan kedua temannya kini berada di sebuah Cafe. Wanita itu larut dalam kesedihan setelah mendengar masalah yang di hadapi Nessa saat ini.
"Aku harus apa sekarang, hidupku tak tenang gara gara pria asing menyebalkan itu. " dumel Nessa. Kate berusaha menenangkan sahabatnya, dia tak memiliki ide saat ini. Sandra sendiri tengah memikirkan cara agar Nessa bisa ke luar dari masalahnya.
"Sudah jangan pikirkan masalahku, lebih baik kita bahas malam pertama Sandra. " cetus Nessa yang cengengesan. Sandra berdecak pelan, dia langsung menjitak kepala sang sahabat.
"Ide bagus tuh, oh ya San kamu sudah beli banyak lingerie? "
" Sudah, beberapa hari lalu dengan suamiku. " Sandra juga menjelaskan mengenai berakhirnya hubungan antara dirinya dengan Felix. Kate membenarkan keputusan yang di ambil sahabatnya itu.
Tanpa mereka sadari Nadira mencuri dengar obrolan mereka. Ya sejak tadi gadis itu terus mengikuti Sandra diam diam tanpa di sadari Sandra sendiri. Nadira langsung bangkit, mengambil segelas air lalu menyiramkan kearah Sandra.
Byur
Sandra terkejut begitu juga kedua sahabatnya, dia menatap tajam kearah Nadira yang tersenyum puas. Dia hendak menghajar Nadira namun Jake muncul dan menahan istri bosnya itu agar tak menyerang Sandra.
"Biar saya yang mengurus wanita gila ini nyonya. " Jake langsung membawa pergi Nadira dari sana.
Sandra justru melarang Jake, perempuan itu menampar keras pipi Nadira. Dia mengumpat kasar, melampiaskan kekesalannya pada pelakor rendahan di depannya ini. "Kau ingin bersaing mendapatkan suamiku begitu, apa kau tak punya malu huh? "
Nadira merapikan penampilannya yang kusut, wanita itu merendahkan Sandra dan menganggap Sandra tak pantas untuk Diego. Sandra sendiri tersenyum sinis mendengarnya, dia tak berniat membongkar jati dirinya di depan umum.
"Kau sudah kalah beberapa langkah dariku b***h, akulah yang menjadi istri kesayangan dari Diego El Mayer, kau tahu itu!
"Berpikirlah ulang sebelum kau menantang 'ku. " Sandra menepuk pipinya lalu melenggang pergi dari sana. Nadira mengepalkan tangan, dia merasa di permalukan Sandra secara sengaja. Jake mengantar pulang istri bosnya, Sandra telah menyuruh kedua temannya pulang duluan.
Sandra POV.
Huh menyebalkan, wanita itu benar benar menantangku. Dia kira aku takut dan minder akan ucapannya yang merendahkanku. Awas saja nanti, aku akan membalas model sialan itu berkali kali lipat. Ya Tuhan, fari mana Diego bisa mengenal wanita gila seperti Nadira. Bisa bisanya dia berteman dengan wanita itu.
Sandra pov end.
Tiba di mansion, Sandra langsung turun dan masuk ke dalam. Jake sendiri langsung menghubungi bosnya, memberitahu kejadian tadi pada Diego.
Dia menaruh tasnya di meja rias, Sandra melesat ke kamar mandi. Wanita itu menuangkan peppermint oil ke dalam air, setelah itu melepaskan pakaiannya lalu masuk ke dalam jakuzi. Sandra kini tengah memejamkam kedua matanya, tubuhnya mulai rileks saat ini.
Satu jam berlalu Sandra keluar dari kamar mandi. Wanita itu memilih pakaian seksi, lalu duduk di atas ranjangnya.
Hingga sore harinya sang suami baru pulang kerja, pria itu masuk ke dalam kamar. Diego melepaskan jas dan kemejanya hingga kini dia bertelanjang d**a.
Dia meraih istrinya ke atas pangkuan, menciumi wajah cantik wanitanya. "Sepertinya mood kamu lagi memburuk sayang, kau pasti terganggu dengan kehadiran Nadira? "
"Huum, tadi aku cuma menamparnya sih belum sempat menjambak rambutnya. " cetus Sandra sebal. Diego memilih mengalihkan pembicaraan, dia tak ingin membuat mood istrinya semakin memburuk.
Tangan besar Diego langsung merobek dress tipis istrinya, kini Sandra hanya mengenakan kaca mata dan bawahannya. Setelah membuang pembungkus buah melon nya, seperti biasa Diego langsung menyesapnya rakus. Pria itu merebahkan istrinya di ranjang, mereka kembali berbagi peluh di sana.
"Gimana sayang, mood kamu sudah membaik bukan? " Diego mengerlingkan mata kearah istrinya. Sandra terkekeh, memagut lembut bibir sang suami sekilas, wanita itu begitu menyukai cara suaminya dalam mengembalikan moodnya. Dia menarik selimut menutupi tubuh polosnya, Diego sendiri merangkulnya dari samping.
Wanita itu menyibak selimutnya lalu turun dari ranjang, dan pergi mengambil dress lain. Diego sendiri begitu memuja tubuh sintal milik istrinya. Dia terus memperhatikan gerak gerik istrinya saat ini, Sandra tengah mengemas pakaian mereka ke dalam koper.
Beberapa menit berlalu tugasnya telah selesai Sandra dengan sengaja berjalan lengan lenggok menggoda suaminya lalu berlaronke kamar mandi. Diego bangkit, langsung menyusul istrinya ke kamar mandi.
Suara erangan dan desahan saling bersahutan di dalam kamar. Keduanya sama sama tak puas untuk bercinta di mana pun tempat yang mereka suka.
Sore harinya usai melakukan penyatuan, keduanya kembali duduk di sofa. Mereka membahas hal serius hingga ke hal random. Sandra menyandarkan kepalanya di bahu sang suami tercinta.
"Pokoknya kamu harus menjauhi Nadira, Bee kalau tidak aku yang akan bertindak. " ujar Sandra tak main main dengan ucapannya.
"Baiklah, aku akan melakukannya tanpa kamh minta sayang! "