Bab 10 Bertemu Calon Mertua

1046 Words
Bab 10 bertemu Calon Mertua Hari berikutnya Setelah memastikan penampilannya cukup elegan, Sandra langsung ke luar dari kamarnya. Gadis itu menuruni tangga dan menyapa Diego yang tengah bermain ponsel. Seperti biasa penampilan Sandra tak pernah mengecewakannya, keduanya ke luar dari mansion dan masuk ke mobil. Sopir mengantar mereka menuju kediaman keluarga besar Mayer. Sandra berusaha menghilangkan kegugupannya, meski hanya kontrak namun dia tak ingin membuat kesalahan dalam menjalankan perannya. Diego paham jika gadisnya saat ini tengah gugup dan tegang. Beberapa menit berlalu mereka akhirnya sampai, keduanya langsung turun dan Diego menggenggam tangan Sandra lalu mengajaknya ke dalam. Dia membawa Sandra menemui kedua orang tuanya yang telah menunggunya. "Mom, Dad. " sapa Diego pada kedua orang tuanya. "Sayang akhirnya kamu pulang juga nak, siapa gadis di samping kamu itu? " tanya Nyonya Rasya pada putranya. "Dia Sandra Aulia, kekasihku. " jawab Diego mengenalkan kekasihnya pada kedua orang tuanya. Nyonya Rasya membiarkan keduanya duduk berhadapan dengannya, wanita paruh baya yang masih cantik dan anggun itu mengamati Sandra dengan lekat. Pelayan datang menyajikan minuman untuk mereka, Nyonya Rasya menyambut hangat gadis yang di akui sebagai kekasih dari pandangannya putranya itu. Sandra benar benar tak mengatakan apa apa mengenai siapa keluarganya yang sebenarnya. Dia ingin tahu pandangan orang orang tentang dirinya yang di ketahui hanya gadis miskin. "Lalu di mana orang tua kamu nak? " tanya nyonya Rasya dengan lembut. "Saya hanya tinggal sendiri di apartemen tante, selama ini saya bekerja di sebuah perusahaan . " ujar Sandra sambil tersenyum. nyonya Rasya melirik kearah suaminya kemudian kembali menatap kearah Sandra. Para pria hanya diam, menyimak obrolan dua wanita beda usia dan generasi itu. Sandra sendiri cukup terkejut melihat sikap hangat yang di tunjukkan nyonya Rasya padanya, dia merasa menyesal telah berpikiran buruk sebelumnya. Diego sendiri bernafas lega melihat sang ibu yang tak merendahkan Sandra mengingat bagaimana latar belakang gadis itu. "Kau memiliki hobby apa nak? " tanya Nyonya Rasya padanya. Sandra tertegun, dia berusaha untuk tak keceplosan bicara hingga membuat semua orang curiga tentangnya. "Baca buku tante. " jawab Sandra singkat di sertai senyuman tipis. "Wah kau memiliki hobby yang sama seperti daddy Alvin, daddy-nya Diego. " ujar nyonya Rasya dengan antusias. Sandra dan Diego saling melempar lirikan satu sama lain. Daddy Alvin mengalihkan pembicaraan, membahas mengenai hubungan Sandra dan Diego. Nyonya Rasya sendiri justru menyarankan untuk mempercepat pernikahan keduanya, Sandra dan Diego tentunya terkejut. Dia mengira mengenai pernikahan tak ada dalam kontrak mereka. Sandra POV Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku sebenarnya tak tega membohongi tante Rasya yang begitu baik padaku. Aku jadi teringat dengan mommy, aku sengaja menyembunyikan diri karena aku merasa hanya menjadi pembawa sial untuk keluargaku. Kehilangan Sania, benar benar membuatku trauma dan aku harap tak mengulangi kesalahan yang sama. Maafin aku mommy, maaf karena aku belum bisa pulang hingga saat ini. "Sepertinya kalau mengenai pernikahan itu terlalu terburu buru tante. " ucap Sandra dengan lembut. Sikap sopan halus dan wajah yang di miliki Sandra membuat nyonya Rasya teringat akan seseorang namun wanita paruh baya itu tampak bingung dan lupa. Diego tentu saja menyetujui pendapat dari kekasih kontraknya itu, nyonya Rasya hanya mampu mengikuti keinginan putranya. Sandra menyesap minuman tehnya dengan hati hati, dia tak ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan orang tua Diego. Gadis itu hanya mampu merutuki kebodohan Diego yang melibatkan dirinya dalam permasalahan pria itu. "Jangan tegang Sandra, kami tidak akan mengigitmu nak. " ceplos Daddy Alvin dengan santai. Sandra tersedak minumannya, Diego langsung membantunya mengusap punggung sang kekasih, pria itu memberi peringatan pada Daddy yang super jahil. Nyonya Rasya langsung menyenggol lengan suami nya itu agar tidak berbicara sembarangan. "Maafin om Alvin ya San, dia memang seperti itu. " ujar nyonya Rasya pada calon menantunya. Sandra menanggapinya dengan senyuman, dia tak mempermasalahkan hal kecil seperti barusan. Gadis itu meminta izin untuk bicara dengan Diego berdua, lalu dia menyeret kekasih kontraknya itu ke luar dari sana. Sandra melepaskan cekalan tangannya, sorot matanya menatap tajam kearah Diego. Perempuan itu sebentar lagi akan mengamuk pada pria di hadapannya saat ini. "Bukankah hanya sebatas kekasih tapi kenapa sampai pernikahan segala hah. " pekik Sandra kesal dan meluapkan amarahnya dengan memukuli Diego. "Aku bisa jelasin San. " Diego langsung mencekal tangannya, dia menatap tajam kearah Sandra yang sama menatapnya kesal. Pria itu juga tidak tahu jika sang ibu akan membicarakan pernikahan mereka, Sandra yang mendengarnya hanya mampu berdecak pelan. Moodnya langsung down seketika, permainan ini akan semakin susah untuk di akhiri jika ada pernikahan di dalamnya. Diego mengusap wajahnya kasar, dia sangat tahu jika Sandra sangat kecewa dan mencoba menahan kekesalannya. Namun mau bagaimana lagi, dia tak mungkin berkata jujur pada orang tuanya saat ini. Pria itu mengajaknya kembali ke dalam, dia tak ingin mommy dan daddy menjadi curiga pada mereka berdua. "Sandra, apa yang terjadi kenapa wajah kamu terlihat kesal. apa Diego menjahili kamu atau berbuat kasar padamu nak? " nyonya Rasya begitu panik melihat raut wajah masam Sandra. Sandra menghela nafas panjang, memberikan alasan yang tepat pada wanita di hadapannya saat ini. "Hanya salah paham saja Tante! Nyonya Rasya menghela nafas lega, wanita itu melirik tajam kearah Diego. Diego sendiri hanya diam tak berkata apapun, raut wajahnya tampak datar tanpa ekspresi. Nyonya Rasya hanya mampu menggeleng, kelakuan suami dan putranya sama saja dan tak ada bedanya. Meskipun begitu dia begitu menyayangi dua pria penting dalam hidupnya itu. Sandra mengulas senyum tipisnya, keluarga Diego benar benar menyenangkan baginya. Bagaimana bisa pria menyebalkan itu memiliki orang tua yang hangat dan menyenangkan seperti ini. Dia jadi teringat dengan mommy dan daddy, apa mereka marah sama aku karena aku tak kunjung pulang ke rumah. Gadis itu buru buru menghapus sudut matanya yang mengenang, hal itu tak luput dari tatapan Diego padanya. Pria itu mengerutkan kening,apa yang terjadi pada Sandra hingga gadis itu menangis dalam diam? "Sepertinya ada yang kamu sembunyikan Sandra, tapi apa? " Sandra kembali berbincang dengan orang tua Diego. Tanpa dia sadari sejak tadi Diego memperhatikan nya dalam diam. Pria itu mengalihkan pandangannya, tak ingin kembali tenggelam dalam rasa penasaran terhadap Sandra Aulia, kekasih kontraknya. "Sandra sayang, kau harus bersabar menghadapi tingkah menyebalkan Diego. " ucap nyonya Rasya pada calon menantu nya. Sandra mengulas senyumnya, dia sempat melirik Diego sebentar lalu menoleh kearah nyonya Rasya lagi. "Ya selama ini aku menahan kekesalan ku pada Diego, tante! " ungkapnya. Diego mendengus pelan mendengar ucapan Sandra barusan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD