Bab 13 One Night Stand

1011 Words
Pesta yang di adakan salah satu teman Diego begitu megah. Di antara salah satu dari mereka berniat menjebak Diego, tentu saja rencana itu berhasil membuat Diego menegak minuman yang di campuri obat perangsang. Ya malam ini Diego membawa serta Sandra bersamanya, melihat sosok gadis itu membuat jakunnya naik turun. Saat ini pria itu menyeret kekasihnya masuk ke dalam kamar hotel. Sandra berusaha memberontak saat prianya hendak melepaskan pakaiannya namun Diego tak bisa di tolak. "Bantu aku San, please aku di jebak dengan minuman sialan itu. " geram Diego. Sandra menghela nafas kasar, dia bingung harus melakukan apa. Tak ada jalan lain selain melakukan itu, kini mereka sama sama polos. Diego segera mendorongnya ke atas ranjang. Keduanya berpagutan dengan liar dan panas, ciuman Diego turun ke leher dan berakhir di depan bulatan kenyal dan besar milik Sandra. Puas memberikan hickey di sekitar d**a Sandra, pria itu membuka lebar paha gadisnya. Dia menenggelamkan wajahnya di sana, Sandra terus mendesah sambil menekan kepala Diego. Dan malam ini pria itu melakukan hentakan keras membuat Sandra menjerit keskautan, dia berusaha membuat wanitanya nyaman. Rasa sakit berubah menjadi kenikmatan dan Diego terus menggempurnya hingga menjelang pagi. Pagi datang begitu cepat, Sandra bangun lebaran dulu. Wanita itu meringis kesakitan saat hendak menggerakkan tubuhnya, teringat kejadian semalam membuat dia terkejut. Dia menoleh dan mendapati Diego terlelap di sampingnya. "Apa yang aku lakukan semalaman, harusnya aku tidak membantunya. " gumam Sandra penuh penyesalan. Merasakan pergerakan membuat tidur Diego terusik, pria itu membuka matanya lalu bangun dan bersandar di kepala ranjang. Dia langsung menarik Sandra ke dadanya, memeluk tubuh polos wanitanya. "Ini tidak seharusnya terjadi Diego! "Kau menyesal Sandra? " Diego menatap lekat wajah cantik wanitanya. Sandra terdiam, raut wajah gadis itu menunjukkan kesedihan mendalam. "Sebentar lagi kita akan menikah, sekarang kau milikku baby dan kau tidak boleh melirik pria lain. " ujar Diego dengan senyuman liciknya. Sandra tentu saja terkejut, Diego membungkam bibirnya kembali dan menciumnya dengan rakus. Wanita itu hanya mampu menangis dalam hati, sepertinya dia terjebak dalam jerat dari serigala jantan di depannya ini. Dan pagi ini mereka kembali mengulang kegiatan semalam, Diego benar benar buas seperti serigala. Selesai mandi dan berpakaian, keduanya ke luar dari hotel tempat mereka menginap. Diego terkekeh melihat raut masa wanitanya, Sandra saat ini tengah merajuk. Pria itu melajukan roda empatnya menuju ke mansion megah miliknya. Sampai di sana, Diego mengajak wanitanya ke dalam. Saat ini mereka berada di ruang tengah, Diego memeluk posesif wanitanya. Sandra sendiri justru merasakan kehangatan saat sikap Diego lebih lembut daripada pertemuan mereka pertama kali. "Die, apa bisa kita menikah sementara tak ada cinta di antara kita? " ujar Sandra dengan lirih. "Dengarkan ini. " Diego meraih tangan Sandra lalu menempelkan ke dadanya. Sandra terdiam, merasakan degup kencang di d**a Diego. Pria itu menjelaskan panjang lebar pada wanitanya sekaligus meyakinkan Sandra. Sandra naik ke atas pangkuan, menangkup sisi wajah prianya, lalu melabuhkan kecupan di bibir tipis Diego. Diego tentu saja suka dengan sikap agresif wanitanya, pria itu membalas ciuman sang kekasih tak kalah liarnya. Diego bangkit, membawa wanitanya menuju ke kamar. Setelah menurunkan Sandra, dia langsung menghubungi Ari untuk menggantikan dirinya di kantor hari ini. Diego menelan salivanya kasar melihat tubuh wanitanya yang telah polos dan kini tengah berpose seksi di ranjang. Pria itu buru buru melepaskan semua pakaiannya, lalu naik ke ranjang dan mencumbu kekasihnya. Pria itu menghujam Sandra dengan cepat,berbagai gaya mereka lakukan. Ronde ke tiga Diego baru mengakhirinya, keduanya berbaring di ranjang dengan selimut menutupi tubuh mereka. "Aku tadi ke luarnya di dalam sayang, aku sengaja karena ingin membuatmu hamil secepatnya agar kamu tidak bisa kabur! "Ya sudahlah, Die maaf kalau aku belum bisa mencintai kamu seutuhnya. " ucap Sandra sedikit menyesal. Diego tak masalah, dia akan menunggu Sandra sampai kapanpun. Tangan pria itu masuk ke dalam selimut, Sandra mendesah pelan merasakan remasan kuat di bulatan sinyalnya. Pria itu melepaskan remasannya, dia menyibak selimutnya hingga turun ke pinggang. Sandra mendesah sekaligus merasakan geli kala Diego melahap rakus dua melonnya itu. Dia menekan kepala prianya itu, membiarkan bayi besarnya bermain sesukanya. Setelah puas bermain dengan d**a milik wanitanya, ciuman pria itu turun ke bawah. Diego mengobrak abrik si tembem yang fampak mengkilat membuat desahan Sandra kian keras. Dan lagi lagi mereka melakukan penyatuan kembali untuk kesekian kalinya. Diego melepaskan penyatuannya, berguling menyamping sambil merangkul wanita tercintanya. Sandra dengan lembut mengusap keringat di wajah tampan kekasihnya itu. Pria itu meraih tangan wanitanya, mengecupnya berulang ulang. Dia mengendong Sandra dan membawanya ke kamar mandi. Hari ini keduanya akan jalan jalan bersama, selesai berpakaian keduanya langsung turun dan masuk ke mobil. Diego membiarkan kekasihnya berbelanja sepuasnya, dia menyarankan membeli tiga puluh pasang lingerie seksi. Seusai berbelanja, mereka pergi ke salah satu restauran ternama yang terkenal dengan makanan lezatnya. "Eh Dir, bukankah itu mantan kekasih kamu? " tanya seorang gadis pada temannya yaitu Nadira. Nadira menatap lurus kearah di mana seorang pria tengah berbincang dengan wanita. "Iya Sal, sepertinya aku perlu menyapanya. " Nadira langsung bangkit dan menghampiri meja Diego. "Diego, aku rindu kamu. " Nadira langsung memeluk erat lengan Diego. Diego menoleh, raut wajahnya datar dan dia berusaha menepis dan mendorongnya kasar. Sandra sendiri cukup terkejut melihat kehadiran wanita di depannya saat ini. "Jaga sikapmu Nadira, apa kau tidak melihat aku tengah makan siang bersama kekasihku. " bentak Diego dengar raut datarnya. Nadira tersentak kaget, mata wanita itu berkaca kaca lalu menoleh kearah Sandra yang menyeringai kearahnya. Semua orang langsung menatap kearah mereka, ada banyak bisik bisik yang membicarakan mereka terutama sikap Nadira. Sandra langsung bangkit, wanita itu mendekati Nadira dengan tatapan datar nya. "Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku mempermalukan kamu lebih dari ini nona! Nadira berdecak pelan, dia langsung pergi mengajak Salma. Sandra mendengus sebal, kembali duduk di kursinya dan melanjutkan makan siangnya. Diego menyentuh tangan sang kekasih, dia berupaya meyakinkan Sandra. "No problem honey, lagipula harusnya aku tak kaget jika banyak wanita yang mendekatimu seperti wanita tadi! "Apa kau tak cemburu? " tanya Diego penasaran. "Entahlah, hanya saja aku tidak suka melihatnya. " jawab Sandra dengan santainya. Diego mendesah kecewa, dia merasa wanitanya terlalu santai dalam menghadapi apapun termasuk wanita yang mengejar dirinya begitu pikirnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD