bab 9

691 Words
Aku harus berkata serius dengan mama tentang hubungan Anne dan Bowi. Bagaimana memberi kejelasan kepada mama kalau keluarga Bowi masih menganggap Anne adalah calon mantu mereka. “Ma, ada yang ingin papa sampaikan kepada mama, tentang Bowi dan Anne.” “Bowi, ada apa lagi dengan anak itu, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa kecuali profesional kerja saja pa.” “Ma, ada banyak masalah yang belum papa jelaskan kepada mama, intinya antara Bowi dan Anne harus tetap terjalin hubungan dan pernikahan, karna Bowi dab Nadia tidak ada hubungan khusus, itu hanya kesalah pahaman saja, dan keluarga Mas Rahmat selama ini tidak tahu masalah ini ma. Mas Rahmat dan keluarga masih menganggap Anne sebagai calon mantu mereka. “Astaga, tapi pa..papa enggak bisa memaksa kan hubungan ini? Papa paham kan sifat dan tabiat Anne, jika Anne sudah bilang tidak.” “Oleh karena itu ma, papa mohon bantuan mama untuk menjelaskan semua ini kepada Anne. Papa tidak ada pilihan lain ma, Mas Rahmat adalah investor terbesar kita saat ini sehingga perusahaan kita masih berdiri sampai saat ini ma.” “Ya ampun papa, terus kita harus bagaimana pap?” “Ma, mama harus ke Jepang, bagaimana pun mama harus membawa Anne kembali secepatnya ke Jakarta.” “Ya tuhan...” *** Japan, April 2024. Mama lagi mau ke Jepang, bahagia sih, surprise saja mendengar mama mau berkunjung menemuiku. Aku akan cerita tentang Tan-Lee, ya, sudah beberapa bulan ini aku menjalin hubungan spesial dengannya. Hubungan aku dengan Tan-Lee berjalan seiring sejalan. Aku tidak pernah menjawab perasaannya secara khusus, semua berjalan apa adanya. Setiap hari kami bertemu, dan semua perhatian manis Tan-Lee yang terbilang tulus membuat perasaan ini hadir. Ya mungkin, perasaanku ini tak semanis dan sebesar kisah cintaku dengan Bowi. Tapi aku berusaha menerima perasaan khusus Tan-Lee untukku. Pagi ini seperti aktivitas biasanya, Lee telah menungguku di halaman apartemen ku. Aku dengan penuh semangat bergegas menemui nya. “Ohayō dārin.” (selamat pagi kesayangan) “Kon’nichiwa, dārin, ohayōgozaimasu. Gozonji no tōri, kesa wa anata no tame ni tokubetsuna Indoneshia ryōri o tsukurimashita.” (Hai sayang, selamat pagi. Kamu tahu, pagi ini aku masak spesial makanan Indonesia untukmu) “Oh ya....te...rima..kasieh...” “Watashi no gengo o manabi hajimeta ndesu yo ne?” (Kamu sudah mulai belajar bahasa saya ya?) “Ya...ya...” Lee, mungkin bagi kalian yang melihat dia sosok laki-laki yang idola dan spesial. Sosok lelaki yang sederhana, baik, tanggung jawab dan perhatian. Dia mulai mempelajari bahasaku, dia mulai mempelajari agamaku sedikit demi sedikit. Bahkan dia suka belajar dan mencoba memasak makanan khas Indonesia. “Watashinohaha wa asatte koko ni kimasu. Kare o shōkai shimasu.” (Ibuku akan ke sini lusa. Aku akan memperkenalkan kamu kepada nya) “Hai, mochiron nochihodo kangei shimasu.” (Ya, tentu aku akan menyambutnya nanti) Hubungan khusus kami pun sudah di ketahui oleh beberapa teman dekat kami. Kalau di Jepang, menjalin hubungan satu kantor bukan hal yang aneh atau tabu. Bahkan beberapa dari teman kami pun miliki hubungan khusus antar teman satu kantor. Hal yang tidak di miliki oleh Bowi adalah keromantisan, berbeda dengan sosok Lee. Mungkin itu yang membuat aku perlahan-lahan mengagumi nya. Dan jujur beberapa bulan ini hanya Lee yang selalu perhatikan kepadaku. Bahkan dia sering membantu ku untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliahku. Hampir setiap malam, dan weekend dia setia mengantarku untuk pergi ke kampus. Tanpa ada rasa canggung atau capek dia selalu membantuku. Lee, dia tinggal di apartemen yang berseberangan denganku, hal itu yang membuat kamu lebih sering bertemu. *** Aku sudah melihat mama, mama menggunakan dress kuning warna kegemarannya. “Hai mam...” “Halo Anne, kamu tampak sehat dan ceria sayang.” “Hahaha...ya tentu, mama juga sehat terus ya mam, ayo kita ke apartemen dahulu, mama tampak lelah dan sebaiknya hari ini kita fokus istirahat saja.” “Ehm, mama tidak apa-apa Anne, mama sudah cukup banyak istirahat tadi di pesawat.” “Ya baiklah, nanti kita lanjutkan curhat-curhat kita di apartemen saja ya ma, banyak hal baru yang ingin Anne cerita kan kepada mama.” Senangnya, akhirnya aku bisa bertemu mama, bercerita dan bermanja-manja sejenak nanti. Aku enggak sabar ingin mengenalkan Lee kepada mama. Tapi nanti, saat mama sudah beristirahat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD