#56

1054 Words

#56 Seorang anak. Seorang anak? Astaga! Apa yang harus aku lakukan? Aku menggigit kuku ibu jari dengan gemas. Beberapa menit yang lalu aku baru saja keluar dari ruang periksa dokter kandungan. Hasil yang diberikan persis sama dengan hasil yang ditorehkan test pack di apartemen Altez. Meskipun kabar yang diberikan serupa dugaanku, tetap saja hatiku memilu. Anak, bagi perempuan lain, barangkali sebuah kebahagiaan. Bagiku yang belum menikah dan terlibat hubungan sebatas senang-senang, anak adalah awal suatu bencana. Aku harus menggugurkannya. Namun nyaliku sendiri ciut. Ingin mengakuinya, hati masgul. Aku takut Altez akan meninggalkanku karena beranggapan aku menjebaknya. Dia jelas-jelas menunjukkan ciri-ciri pria yang menjauhi komitmen. Kalau dia memang ingin berkeluarga, dia bisa d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD