Siang semakin larut, hampir berganti sore. Tak berbeda dari sholat dzuhur tadi. Sholat ashar pun juga sama penuh gangguan. Karena sudah mengetahui situasi dari awal, aku dan yang lainnya di rumah ini sudah mulai terbiasa menghadapinya. "Har, Na, sini mendekat! Kita akan membahas masalah penting sebelum kami benar-benar pulang, " Panggil kakak tertua suamiku, meminta kami mendekat. Jantungku seakan berpacu dengan waktu. Masalah penting yang akan dibahas kali ini, sudah pasti berhubungan erat dengan keluarga kecil kami. Terutama Reina-- putri kecil kami yang sekarang jadi incaran. "Kalian berdua sudah tau bukan, masalah ilmu yang ibu anut? Tidak hanya kalian, tapi kita yang ada di sini juga sudah tau semuanya. Ilmu itu harus diwarisi, agar masalah ini selesai. Tapi masalahnya, diantara ki

